Banyak yang Kecele, Dikira Prabowo Jadi Menhan, Waketum Gerindra Beberkan yang Sebenarnya

1823

JAKARTA – Prabowo Subianto dipastikan akan menjadi salah menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II Jokowi-Ma’ruf mendatang.

Kepastian itu didapat usai Ketua Umum Partai Gerindra it memenuhi undangan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (21/10).

Dipastikan pula ia tak sendiri. Pasalnya, Presiden juga memanggil Waketum Partai Gerindra Edhy Prabowo.

 

Kepada wartawan, Prabowo menyatakan diminta Presiden membantu untuk mengurus pertahanan.

Banyak pihak meyakini, bahwa posisi yang akan diduduki mantan Danjen Kopassus itu tidak lain adalah Menteri Pertahanan.

Terlebih, Prabowo memang memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang pertahanan serta latar belakang sebagai prajurit.

Akan tetapi, hal itu tak bisa diartikan bahwa benar mantan menantu Presiden Soeharto itu akan menggantikan Ryamizard Riyacudu.

 

Demikian disampaikan Waketum Partai Gerindra, Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya yang disebarluaskan, Senin (21/10/2019).

“Jangan diartikan hanya tugas sebagai Menhan,” kata Arief.

Mantan anak buah Megawati Soekarnoputri itu menjelaskan, urusan pertahanan tidak hanya berkutat pada hal yang terkait militer dan keamanan.

Ia menjelaskan, bidang pertahanan juga bisa diartikan untuk menciptakan ketahanan pangan, energi dan ekonomi.

“Serta keamanan perekonomian Indonesia yang sangat rawan dengan guncangan guncangan ekonomi global,” bebernya.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu ini menegaskan, ketahanan bidang pangan, energi dan ekonomi merupakan syarat penting menguatkan negara.

 

Selain itu, kekuatan militer pun tak akan bisa terwujud tanpa ditopang dengan ketahanan pangan, energi dan ekonomi.

“Jika pertahanan dan keamanan ekonomi sudah kuat, baru secara otomatis akan punya sistem pertahanan dan keamanan militer yang kuat,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan partainya siap bergabung ke dalam pemerintahan.

Hal itu disampaikan langsung Prabowo usai memenuhi undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

 

“Kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau. Dan saya sudah sampaikan keputusan kami dari gerindra, apabila diminta siap membantu. Hari ini diminta dan kami sanggupi membantu,” tegasnya.

Mantan Danjen Kopassus itu secara gamblang menyebut bahwa dirinya diminta Jokowi untuk membantu di bidang pertahanan.

Jokowi juga telah memberi arahan mengenai apa yang akan dituju selama lima tahun ke depan di bidang pertahanan.

“Saya diminta membantu di bidang pertahanan. Saya akan bekerja sekeras mungkin utk mencapai sekeras mungkin capaian yang ditentukan,” katanya.

 

Saat ditanya berapa jatah kursi menteri yang didapat partai berlambang kepala burung Garuda itu, Prabowo menjawabnya sedikit berteka-teki.

“Yang dipanggil dua, jadi berapa kira-kira?” jawabnya.

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...