Bantah Reuni 212 Penuh Kepentingan Politik, Zulkifli Hasan: Saya Ketua MPR, Ajak Pemilu Damai

507

JAKARTA – Jumlah massa aksi reuni 212 tahun ini diklaim sebanyak 8 juta orang oleh pihak panitia. Jauh melebihi jumlah aksi 212 yang digelar pertama kali pada 2016 lalu.

Aksi 212 yang menuntut pemenjaraan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas tuduhan penistaan agama itu disebut mencapai tujuh juta orang.

Dalam Aksi reuni 212 itu juga diperdengarkan siaran live streaming ceramah Habib Rizieq Shihab.

Aksi itu juga dihadiri sejumlah tokoh dari kubu koalisi pendukung Prabowo-Sandi.

Diantaranya, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Waketum Gerindra Fadli Zon, dan Ahmad Dhani.

Lalu dihadiri pula oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Sekjen PAN Edi Soeparno.

Juga tampak Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dan Sekjen PKS Mustafa Kamal, Fahri Hamzah dan Ahmad Heryawan.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya diundang, mendadak dibatalkan dengan alasan kurang jelas.

Aksi itu pun berjalan aman, damai dan tertib. Hal itu menjadi bukti bahwa aksi umat Islam Indonesia cinta damai.

Demikian diungkap Zulkifli Hasan ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/12).

Kendati turut hadir dalam aksi tersebut, Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu membantah memiliki kepentingan politik.

Sebaliknya, ia menyatakan bahwa kehadirannya adalah sebagai Ketua MPR RI.

“Saya datang sebagai ketua MPR untuk meminta teman-teman alumni 212 untuk menjadi pelopor pemilu damai, pemilu yang menggembirakan, pemilu yang friendly gitu,” tegasnya.

Pria yang disapa Zulhas itu juga menyangkal jika aksi tersebut dilakuan hanya untuk mendongkrak elektabilitas Prabowo-Sandi.

Menurutnya, menjaga silaturahmi dalam persatuan dan kesatuan bangsa adalah jaug lebih penting ketimbang sekeder kepentingan eletoral.

Ketum PAN ini pun salut dengan gerakan massa yang jumlahnya besar namun berjalan tertib.

Massa tersebut dari berbagai latar belakang yang berbeda namun disatukan dengan hati.

“Itu saya kira gerakan hati ya, satu cara untuk menyampaikan aspirasi,” tandasnya.

Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku lega aksi reuni 212 berjalan lancar, aman dan tertib.

“Ini wujud dari a new social movement, sebuah gerakan sosial baru dan berjalan tertib,” katanya di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Menurutnya, dengan jumlah massa yang mencapai 8 juta itu disebutnya sebagai sebuah gerakan sosial terbesar yang pernah ditemuinya di dunia.

“Mungkin satu pertemuan terbesar yang pernah ada di negara Indonesia. Bahkan kalau dibilang di dunia,” klaimnya.

Anak buah Prabowo Subianto itu pernah menghadiri gerakan sosial di sejumlah negara di dunia.

Akan tetapi, lanjutnya, tak ada yang sebesar reuni akbar mujahid 212 yang digelar di Silang Monas, Minggu (2/12) kemarin itu.

Karena itu, dirinya menekankan bahwa gerakan ini muncul dikarenakan adanya ketidakadilan.

“Reuni 212 yang dihadiri jutaan masyarakat yang memang punya satu semangat karena spiritnya adalah waktu itu mencari kebenaran dan keadilan,” terangnya.

Ketidakadilan yang ia maksud adalah yang dilakukan oleh rezim saat ini. Jadi, wajar saja jika kemudian gerakan ini muncul sebagai solusi.

“Ini persoalan keadilan dan kebenaran dan mereka datang dari berbagai wilayah atas inisiatif sendiri,” tutup Fadli.

(jpg/ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...