Banjir Tol Japek, Basuki Akui Drainase Ketutup Proyek Kereta Cepat

1405
ol Cipali KM 136 Indramayu diterjang banjir, Selasa (31/12/2019). Tampak truk terperosok selokan. (Foto: istimewa)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, mengakui bahwa banjir yang menggenang di beberapa ruas tol Jakarta-Cikampek pada awal 2020 disebabkan oleh pengerjaan proyek infrastruktur di sekitar tol.

Dia mengatakan, banjir disebabkan pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Proyek tersebut telah menyebabkan drainase atau saluran air tertutup sehingga menyebabkan air terus menggenang.

“Kemudian di tol-tol, kalau di KM 24, itu karena drainasenya tertutup proyek kereta cepat, kita bongkar,” kata dia Kantor BPK, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020.

Selain itu, lanjut dia, untuk di ruas tol lain, misalnya di Tol Cikopo-Palimanan atau Cipali, disebabkan telah menyempitnya Sungai Cilalanang. Dia pun memastikan bahwa pihaknya telah melakukan pelebaran atas saluran air tersebut.

“Kita sekarang sudah mulai bergerak, sudah kita lebarkan. Jadi semua sudah kita tindaklanjuti, itu semua manajemen krisis kita,” ujar dia.

Hal serupa juga diutarakan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi.

Dia menjelaskan, salah satu penyebab banjir di jalan tol Jakarta-Cikampek Km 24, adalah karena adanya saluran air di sekitar ruas tol tersebut yang tertutup akibat aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

“Ada penutupan (saluran air) untuk jalan kerja (di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung),” kata Budi di kantornya, kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin 6 Januari 2020.

“Jadi yang tadinya ada gorong-gorong atau tiga saluran air di situ, itu terhambat karena di bantaran paritnya ditutup pakai beton,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi, Karya Sumadi, mengatakan bahwa penyebab banjir di tol tersebut, khususnya di KM 136 Tol Cipali adalah akibat Galian C di sekitar sungai yang dilintasi tol tersebut.

Pihaknya, dikatakan Budi, juga telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR agar pengelola jalan tol untuk memperdalam sistem saluran air, sehingga kejadian seperti di jalan tol yang kebanjiran tersebut tidak terulang kembali. viva

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...