Balas #SandiwaraUno, Faldo Maldini Tuduh Jokowi-Ma’ruf Pakai Politik Pecah Belah?

569
Wasekjen PAN Faldo Maldini

JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Faldo Maldini membalas serangan dan sindiran atas tagar #SandiwaraUno.

Tagar itu sendiri muncul dan sempat menjadi trending topic di twitter setelah video pengusiran Sandiaga Uno di Pasar Kotapinang, Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara tersebar.

Alasannya, video tersebut dianggap sebagai sandiwara dan settingan yang bertujuan untuk mendapatkan simpati masyarakat.

Karena itu, Faldo Maldini membantah tudingan tengan mempraktikkan playing victim.

Demikian disampaikan Faldo Maldini, kepada Kantor Berita Politik RMOL (grup PojokSatu.id), Jumat (14/12/2018).

“Jangan sampai pihak sana (kubu Jokowi-Ma’ruf) kehabisan bahan untuk menunjuk-nunjuk orang malah menciptakan hoax yang berisi tuduhan hoax pada Bang Sandi,” katanya.

Jurubicara BPN Prabowo-Sandi itu balik menuding, ada pihak-pihak yang tengah memainkan politik pecah-belah.

“Ini yang saya kira politik pecah belah, devide et impera ala kolonial,” balasnya.

Menurutnya, Sandi justru ingin menunjukkan pesan persatuan kendati dirinya mendapat penolakan dari pedagang.

Malah, Faldo menyebut bahwa pesan yang ingin disampaikan pendamping Prabowo Subianto itu jelas. Yakni pesan persatuan.

“Bang Sandi tidak marah, malah memeluk dan menganggap bapak pedagang yang menolak kedatangannya itu sebagai sahabat. Ini kan contoh yang bagus dalam demokrasi,” kata Faldo.

Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, sebagai seorang pemimpin, seharusnya bisa merangkul semua kalangan dan tidak memecah belah.

Apalagi sampai menumbuhkan rasa saling curiga hanya demi Pilpres 2019.

“Kita butuh kepemimpinan yang merangkul dan tidak pecah belah,” katanya.

“Saya duga ada yang menikmati pertikaian-pertikaian kita layaknya pihak kompeni Belanda dulu,” imbuhnya.

Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyindir Sandiaga Uno terkait video usiran yang disebut settingan dan sandiwara belaka.

Hasto menyebut, #SandiwaraUno itu mirip dengan kasus Ratna Sarumpaet yang membohongi publik.

Menurutnya, hashtag tersebut ada karena kebohongan Ratna tak lagi laku di tengah-tengah masyarakat.

Demikian Hasto saat memberikan sambutan kepada ratusan kader PDI Perjuangan dalam rangka Safari Kebangsaan III di Deli Serdang, Sumut, Jumat (14/12/2018).

“Kemarin ada yang blusukan di Sumatera Utara, kemudian pura-pura mengatakan jadi korban, dizalimi,” katanya tanpa menyebut nama Sandiaga.

Anak buah Megawati Soekarnoputri itu menganggap, drama seperti Ratna Sarumpaet itu sudah tidak lagi laku.

“Ratna Sarumpaet sudah tidak laku. Berbagai sandiwara hanya untuk dikasihani yang tidak laku,” sindirnya.

Ia lantas membandingkan gagasan oposisi dengan Joko Widodo yang sudah dicintai rakyat sejak menjabat sebagai Walikota Solo.

Saat itu, sebelum memindahkan pasar untuk keperluan renovasi, Jokowi lebih dulu mendekati para pedagang dan mengajak berdialog.

“Berdialog dulu, makan malam dulu, makan siang dulu, diajak berdialog pentingnya pasar untuk direnovasi,” cerita Hasto.

Meski begitu, rakyat awalnya menolak dan bersikukuh.

“Tapi karena kepiawaiannya Pak Jokowi berkomunikasi dengan rakyat, pasar dibangun tanpa menggusur pedagang-pedagang tradisional yang ada di situ,” ungkap Hasto.

Bukan hanya Sandi. Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto juga disindirnya dengan menyentil soal pemimpin yang tak suka marah-marah.

“Pemimpin itu baik dimulai dari keluarganya,” sindir Hasto.

Ia juga menyindir sikap Ketua Umum Partai Gerindra itu yang lupa sejarah.

Yakni mengeluarkan pernyataan soal pemindahan Duta Besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sementara, hal itu sangat bertolak belakang dengan sikap pemerintah sejak zaman Presiden Soekarno.

“Seorang pemimpin seharusnya sadar akan sejarah, beliau harusnya mengatakan dengan rasa hormat,” tuturnya.

“Bukan maksud mencampuri urusan pemerintahan Australia, saya tidak setuju pemindahan kedutaan besar tersebut. Itu pemimpin seperti itu,” jelas Hasto.

(jpg/ruh/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.