Balas Ferdinand, Novel Bamukmin: Politikus Gak Jelas Sok Bicara Hukum

290
Novel Bamukmin.

Wakil Sekjen Persudaraan Alumni atau PA 212, Novel Bamukmin membalas sindiran mantan politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean soal Habib Rizieq Shihab.

Novel Bamukmin menilai, pernyataan Ferdinand Hutahaean yang menyinggung soal putusan banding Rizieq Shihab dalam perkara tes swab RS Ummi Bogor sudah ngawur lantaran ia bukan seorang praktisi hukum.

“Apa yang dikatakan Ferdinand itu ngawur banget karena bukan sebagai praktisi hukum tetapi sok bicara hukum yang katanya politikus juga enggak jelas,” ujar Novel Bamukmin.

 

Novel pun menegaskan bahwa Habib Rizieq Shihab termasuk sosok yang sangat berpengaruh di Indonesia.

Hal itu, menurut Novel, terbukti saat Rizieq kembali dari Arab Saudi bandara lumpuh total lantaran mantan pimpinan FPI itu memiliki banyak pengikut.

“HRS adalah sosok paling berpengaruh dan ditakuti dengan pengikut yang sangat besar. Sampai bandara lumpuh atas kedatangan IB HRS dengan jutaan penjemput,” tegas Novel Bamukmin, Kamis 9 September 2021 seperti dikutip dari GenPI.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Novel Bamukmin yang mengkritisi putusan banding Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam perkara swab test RS UMMI Bogor.

Menurut Ferdinand, Novel sebagai seorang pengacara seharusnya mengerti apa itu hukum dan bagaimana hukum itu berproses, apa itu peradilan, apa itu pengadilan, apa kekuasaan pemerintah, dan apa kekuasaan kehakiman dalam konteks perkara Rizieq Shihab.

 

“Novel Bamukmin ini tampak sekali menggiring opini bahwa seolah-olah yang mengadili Rizieq Shihab ini adalah pemerintah, bukan pengadilan, bukan proses peradilan yang berada di bawah kekuasaan kehakiman,” kata Ferdinand beberapa waktu lalu, dikutip dari JPNN.

Ferdinand pun menilai, seorang Novel Bamukmin yang merupakan pengacara dan mengerti hukum seharusnya juga tahu bahwa vonis Rizieq bukan diputus oleh peradilan pemerintah, sehingga tidak ada urusannya dengan kepentingan kekuasaan.

“Apalagi, kalau bicara kepentingan kekuasaan, memangnya Rizieq Shihab itu siapa sih di republik ini. Memangnya dia ditakuti? Bisa mengubah kekuasaan di republik ini? Memang dia bisa dan mampu merombak kekuasaan di republik ini, sehingga pemerintah harus takut pada Rizieq Shihab,” tuturnya.

Oleh karena itu, Ferdinand Hutahaean memandang pernyataan Novel Bamukmin hanyalah sebuah opini yang dibesar-besarkan atau pendapat yang hiperbolik karena Habib Rizieq menurutnya bukan siapa-siapa dalam kancah politik nasional.

“Bagi saya, Rizieq Shihab bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa (dalam kancah politik, red),” ujarnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here