Bahaya Pola Sadis Serangan Mendadak Teroris Terhadap Pejabat, Bikin Polisi Mesti Waspada

261

JAKARTA – Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyoroti insiden yang menimpa Menko Polhukam Wiranto. Kejadian yang terjadi di Pandeglang pada Rabu (10/10) itu dinilai bisa menjadi momok menakutkan di negeri ini.

Apalagi di lokasi kejadian terdapat banyak aparat keamanan. Namun pelaku yang berada di sekitar aparat kepolisian tetap saja bisa menjalankan aksinya.

“Apa yang tersirat dari kasus penusukan ini, ancaman keamanan masih merupakan momok yang menakutkan di negeri ini,” kata Neta saat dikonfirmasi Pojoksatu.id, Jumat (11/10).

Neta menyebut, pelaku penyerangan yang menikam Wiranto itu semakin melegistimasi bahwa terorisme jaringan ISIS ada di mana- mana di negeri ini.

Bahkan tidak hanya di kota- kota besar, di pedalaman juga mereka bisa beraksi secara cepat dengan peralatan teror seadanya.

“Teroris masih bergentayangan dan setiap saat bisa menyerang terhadap siapa saja,” tandas Neta.

Karena itu, Neta mengingatkan agar pihak kepolisian mewaspadai gerakan teroris yang bisa saja ditiru oleh pengikutnya dengan cara yang mungkin lebih sadis dari penikaman Wiranto.

“Sikap nekat dan sikap siap mati para teroris itu, yang mereka harapkan bisa ditiru para pengikutnya di daerah lain. Ini polri harus waspadai,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Menkopolhukam Wiranto ditusuk saat turun dari mobilnya di Pandeglang, Banten Kamis (10/10/19).

Wiranto diserang saat menghadiri peresmian gedung di Universitas Mathla’ul Anwar, di Alun-alun Menes, Pandeglang.

Dalam rekaman video amatir, terlihat Wiranto yang baru turun dari mobilnya, disambut para pejabat Kabupaten Pandeglang serta aparat TNI-POLRI.

Tidak berselang lama, pelaku yang siap menyerang lalu menyerobot. Pelaku menghunuskan pisau dari arah sebelah kiri.

Wiranto yang mengenakan baju batik hijau langsung tersungkur sambil memegang perut sebelah kirinya. Petugas yang sedang berjaga di lokasi langsung membekuk pelaku.

(fir/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here