Apa yang Terjadi pada Habib Rizieq Seusai Pilpres? Prabowo Janji Jemput Pakai Jet Pribadi

204
Prabowo di Sumenep (Dok. BPN Prabowo-Sandiaga)

Bagaimana nasib Habib Rizieq Shihab seusai Pilpres 2019? Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji bakal menjemput Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

Di hadapan ribuan santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, calon presiden RI nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji untuk menjemput Rizieq Shihab menggunakan pesawat pribadi.

Namun hal itu bisa dilakukannya jika dirinya sudah terpilih menjadi presiden.

“Sehari setelah saya terpilih, saya akan jemput Habib Rizieq. Saya akan jemput pakai pesawat pribadi saya,” ujar Prabowo, Selasa (26/2/2019).

Tidak hanya Rizieq Shihab, Prabowo juga akan membebaskan para habib, emak-emak dan ustazah yang menurutnya dikriminalisasi dan dipersekusi.

Menurutnya, mereka tidak bersalah dan tidak layak dihukum.

“Ini janji saya kalau saya terpilih,” ungkapnya.

Kehadiran Prabowo di Pamekasan sempat diwarnai aksi ibu-ibu yang membentangkan spanduk dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf di depan gedung SMAN 3 Pamekasan, tempat Prabowo mendaratkan pesawat pribadinya.

Namun, aksi tersebut bubar untuk menghindari keributan.

Di sepanjang jalan Desa Larangan Badung menuju Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, iring-iringan rombongan Prabowo juga disambut poster-poster Jokowi-Ma’ruf oleh warga di pinggir jalan.

Namun, aksi tersebut tidak sampai menimbulkan keributan.

TGB Ungkap Kriminalisasi Ulama

TGB Buka-bukaan soal Kriminalisasi Rizieq Shihab dan Umat Muslim Ditekan Pemerintah, Ini Videonya.

Mantan Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi atau yang karib disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mengklarifikasi isu kriminalisasi yang dihembus pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Hal ini disampaikan TGB  di hadapan ribuan jemaah Nahdlatul Wathan (NW) dalam pidato utama silaturrahmi perjuangan di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdatiain (YPH PPD) Nahdlatul Wathon (NW) Pancor, Minggu (13/1/2019).

TGB membeber isu kriminalisasi ulama atau umat Islam ditekan diawali dengan contoh kasus hukum pada Habib Rizieq Shihab.

Lalu TGB mengajak jemaahnya menguji informasi itu dengan realita dan kenyataan hukum yang dialami Rizieq Shihab.

Lantas TGB membandingkan kasus hukum yang dialami Rizieq saat Pemerintahan Jokowi dan Pemerintahan SBY.

”Di Jokowi, Rizieq pernah menyandang status tersangka tapi sudah di-SP3-kan. Artinya kasusnya tidak diproses hingga ke pengadilan,” ujarnya.

Sedangkan di masa SBY, Rizieq pernah mendekam di penjara akibat kasus hukum yang membelitnya.

”Kenapa saat itu (saat Rizieq dipenjara) tak ada isu kriminalisasi ulama seperti saat ini? Mungkin karena saat itu tak ada Jokowi,” katanya.

Selain itu TGB juga mengklarifikasi isu umat Muslim ditekan.

Panjang lebar, TGB menjelaskan Indonesia lah negara Muslim terbesar yang memberikan kebebasan bagi umat Muslim melakukan ke-Islamanannya.

Bahkan ulama dari Turki, Mesir, Arab Saudi kaget melihat kebebasan umat Islam Indonesia melakukan ke-Islamannya.

”Di mana ada talbig akbar hingga ke tengah jalan dan dijaga dan diamankan polisi? Di negara Muslim mana ada khatib naik ke mimbar tanpa ada sertifikasi dari pemerintah?”

TGB mengajak jemaah kritis menyikapi informaasi yang beredar di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tribun-medan.com, Rizieq dua kali mendekam di sel selama masa SBY.

Yakni 2003, dihukum 7 bulan penjara dan mendekam di Rutan Salemba Rizieq.

Lalu 2008, divonis 1,5 tahun bersama Munarman.

Ini video:

Saat masih menjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) membuat pernyataan politik resmi mendukung Jokowi.

Pernyataan TGB diketahui dari unggahan di akun twitternya, @TGBMZainulMajdi yang diunggah pada Senin (17/9/2018).

TGB meminta masyarakat Indonesia menjaga kerukunan dan persatuan menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

tribunnews.

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here