Anggota SJ Travel Pass Kecewa Jadi ‘Penumpang Cadangan’

154
Sriwijaya Air.

Jakarta — Penumpang Sriwijaya Air yang merupakan anggota SJ Travel Pass menyampaikan kekecewaan terkait aturan main yang baru dikeluarkan maskapai. Dalam aturan main baru tersebut, kepastian mendapatkan kursi untuk terbang bagi anggota SJ Travel Pass baru ditentukan 60 menit sebelum pesawat lepas landas.

Salah satu anggota SJ Travel Pass, Sapta Agung Prasetya (25) mengaku kecewa ditolak saat akan melakukan check in di Bandara sebelum 60 menit jadwal keberangkatan. Ia telah memesan penerbangan dari Balikapapan menuju Soekarno Hatta untuk keberangkatan pukul 09.00 WIB. Counter check in untuk rute penerbangannya pun sebenarnya sudah dibuka untuk penumpang non keanggotaan SJ Travel Pass.

“Saya hendak check in, lalu menunjukkan kode booking kepada petugas, lalu kata petugas ‘ini belum bisa check in, harus menunggu 60 menit sebelum penerbangan,'” tuturnya kepada CNNIndonesia.com.

Sapta menjelaskan petugas melarang anggota SJ Travel Pass check ini hingga mendapatkan data manifest pesawat untuk memastikan ketersediaan kursi. Jika kursi tersedia, maka anggota SJ Travel Pass bisa berangkat sesuai jadwal.

Sebaliknya, jika kursi pesawat terisi penuh harus menunggu penerbangan berikutnya atau meminta pengembalian tiket sebagaimana tertera dalam aturan baru Sriwijaya Air bagi anggota SJ Travel Pass.  “Mereka mengakui kalau tiket stand by ini jadinya seperti penumpang cadangan,” kata Sapta.

Petugas bandara, menurut dia, juga menjelaskan bahwa tiket stand by belum resmi memiliki status penumpang, meskipun anggota SJ Travel Pass sudah menyelesaikan transaksi pemesanan.

“Kami sudah bayar tiket, tiket sudah diterbitkan statusnya usdah terkonfirmasi di aplikasi. Namun petugas bilang belum dianggap penumpang,” jelas Sapta.

Pada akhirnya, Sapta baru bisa melakukan check in pukul 8.20 WITA atau 40 menit sebelum pesawat lepas landas, setelah petugas memastikan ketersediaan kursi pesawat.

Salah satu anggota SJ Travel Pass Maya Sayekti (42) sangat menyayangkan aturan baru yang dinilainya mengesampingkan hak anggota SJ Travel Pass. Padahal dalam awal perjanjian Sriwijaya Air mengklaim tidak ada perbedaan hak antara anggota dan nonanggota.

“Hak kami sudah banyak dihilangkan, karena dari awal sudah dijelaskan tidak ada pembedaaan dari non anggota. Lalu, kenapa kami harus menunggu 60 menit untuk kepastian pemberangkatan,” kata Maya kepada CNNIndonesia.com.

Sementara itu, anggota SJ Travel Pass lainnya, Ali Akmal (40) juga menilai ketidakpastian tersebut sangat merugikan penumpang.

“Kalau niatnya pergi untuk urusan bisnis, lalu ada rapat penting kemudian penerbangan molor atau bahkan tidak bisa datang hari itu dengan alasan penuh, rapat batal kan berantakan semuanya,” paparnya.

CNNIndonesia.com telah mencoba menghubungi VP Corporate Secretary & Legal Sriwijaya Air Retri Maya dan Humas Sriwijaya Air Ady Willy untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Namun, Retri menjawab belum bisa memberikan konfirmasi lantaran masih dalam keadaan berduka. Sementara Willy, belum menjawab hingga berita ini diturunkan.

Sebelumnya Service Quality Assurance Sunandar menjelaskan tiket untuk anggota SJ Travel Pass saat ini berubah menjadi tiket class (kategori) A dari sebelumnya class F. Tiket class A ini mewakili pembelian dengan status stand by.

Sunandar berdalih aturan ini diberlakukan untuk menghindari penyelahgunaan tiket dari anggota SJ Travel Pass.

“Kami perketat lagi dengan aturan 60 menit sebelum pemberangkatan. Jadi pemesanan dan issued (pembayaran tiket) sudah bisa langsung untuk kapan saja. Namun, untuk kepastian keberangkan dan check in hanya bisa dilakukan 60 menit sebelum keberangkatan, itu berlaku untuk semua anggota,” jelas Sunandar. (ulf/agi), CNN Indonesia

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here