Aneh Banget Kalau Masih Ada yang Ngotot Ustaz Maaher Disiksa, Wong Keluarga aja Sudah Tau kok Sakitnya Apa

200
Karopenmas Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. Foto Humas Polri

JAKARTA – Mabes Polri meminta publik tak lagi berspekulasi tentang penyebab meninggalnya Soni Ernata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi di Rutan Bareskrim Polri.

Pasalnya, pihak keluarga pun sudah mengetahui penyakit yang diderita Maaher memang sangat sansitif sampai akhirnya meninggal dunia.

Karena sangat sensitif, maka diputuskan bahwa tidak dipublikasikan agar tidak merusak nama baik keluarga.

Demikian disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).

“Bahwa penyakit yang diderita saudara Soni (Ustaz Maaher) itu diketahui oleh keluarga,” kata Rusdi.

Bahkan, pihak keluarga juga sudah menandatangani surat pernyataan terkait riwayat medis Ustaz Maaher.

“Dengan adanya surat pernyataan dari keluarga bahwa keluarga mengetahui penyakit yang diderita oleh Soni yang ditandatangani oleh istri almarhum,” bebernya.

Karena itu pihaknya meminta masyarakat tak lagi berspekulasi soal penyebab meninggalnya Ustaz Maaher.

“Itu diketahui oleh keluarga dan dapat dijelaskan bahwa meninggalnya almarhum murni disebabkan oleh sakit,” terangnya.

Selain itu, Mabes Polri juga mengingatkan agar masyarakat tidak ikut-ikutan menyebarkan kabar hoax meninggalnya Maaher..

Pasalnya, bagi mereka yang menyebarkan kabar hoax tersebut bisa dikenakan pidana.

“Jangan menyebarkan berita bohong, karena merupakan tindak pidana,” ingat Rusdi.

Rusdi pun kembali menegaskan bahwa Maaher meninggal karena menderita sakit.

Akan tetapi, pihaknya memang sengaja tak membeberkan sakit yang diderita Maaher.

Alasannya, hal itu bisa merusak nama baik keluarga Maaher.

Untuk itu, Rusdi mengimbau agar masyarakat bisa bijak menelaah informasi yang diterima, terutama dari media sosial, agar tidak termakan hoax.

“Jika ada keraguan, bisa bertanya kepada pihak yang berkompeten,” tandasnya.

Anggapan Ustaz Maaher disiksa selama menjalani masa penahanan di Rutan Bareskrim Polri juga dibantah pihak keluarga.

Sebaliknya, keluarga memastikan bahwa selama menjalani penahanan, pemilik nama asli Soni Ernata itu selalu diperlakukan dengan baik.

Hal itu disampaikan kakak ipar Ustaz Maaher, Jamal, usai pemakaman di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021).

“Almarhum gak disiksa. Sejauh ini penyidik perlakuannya baik,” tegasnya.

Keluarga pun meminta agar tidak ada lagi pihak-pihak yang ‘menggoreng’ meninggalnya Ustaz Maaher untuk kepentingan tertentu.

Jika masih ada yang menyebut bahwa almarhum mendapat penyiksaan, maka keluarga memastikan bahwa itu adalah hoax.

“Tolong teman-teman media bantu nge-counter hoax-hoax itu lah,” pintanya.

“Iya ngebantah, nggak bener itu semua (Ustaz Maaher disiksa),” tegasnya lagi.

Selama ini, kata Jamal, kakak iparnya itu menderita sakit TB Usus jauh sebelum ditangkap polisi.

Tapi setelah ditangkap, rawat jalan rutin yang dijalani Maaher itu terhenti.

“Sejak (ditangkap) itu rawat jalannya putus dan obatnya yang harusnya rutin jadi putus,” bebernya.

Kondisi itu pula yang kemudian membuat kondisi Maaher semakin menurun.

“Klimaksnya semalam beliau meninggal di rutan Bareskrim,” papar dia.

Sumber Berita / Artikel Asli : pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...