Andi Arief Sindir Pengrusakan Baliho SBY, PDIP Balas ‘Sirep’ di Pilpres 2019

210
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

JAKARTA – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membalas sindiran politisi Partai Demokrat Andi Arief terkait pengrusakan spanduk dan baliho SBY di Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12/2018) kemarin.

Anak buah Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menyebut, aparat kepolisian telah kecolongan atas pengrusakan baliho dan spanduk Partai Demokrat itu.

Selain itu, Andi Arief juga menyebut para pelaku memiliki kemampuan menembus keamanan dan ilmu sirep sehingga aparat keamanan tertidur.

Disebut-sebut, pelaku pngrusakan adalah orang-orang suruhan PDIP.

Mendapat sindiran Andi Arief, Hasto balik menyerang dan menyentil Partai Demokrat dalam kaitan Pilpres 2019 yang dimenangkan kembali oleh SBY.

Saat itu, ilmu sirep benar-benar bekerja dan manjur.

Demikian disampaikan Hasto dalam kunjungannya di Siantar, Sumatera Utara, Minggu (16/12/2018).

“Ilmu sirep efektif itu pada pada 2009, ketika kecurangan masif pemilu itu terjadi. Ketika ada partai yang naik 300 persen, itu ilmu sirep,” sindir Hasto.

Tangan kanan Megawati Soekarnowati itu mengatakan, sebaiknya Andi Arief tidak membawa pengalaman di 2009 itu untuk melontarkan hal yang negatif.

“(Ilmu sirep) Itu pengalaman masa lalu saudara Andi Arief tahun 2009. Jangan dibawa ke masa kini,” lanjut Hasto.

Sebelumnya, Hasto mengaku menerima banyak keluhan dari pengurus ranting partai menyangkut tuduhan Partai Demokrat tersebut.

Oleh sebab itu, Hasto menilai bahwa tudingan itu sama sekali tak benar.

Karena Plt Ketua DPD PDIP Provinsi Riau Rokhmin Dahuri langsung berangkat mengecek tuduhan Demokrat tersebut.

“Hasilnya bahwa ada pihak yang mencoba merusak PDIP karena merasa elektabilitas partai berlambang banteng itu meningkat terus,” ujar Hasto.

Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik meminta polisi menuntaskan penyelidikan kasus pengrusakan spanduk, bendar dan baliho penyambutan SBY.

Ia lantas membandingkan dengan kasus drama hoax Ratna Sarumpaet yang bisa ditangani polisi dengan sangat cepat.

“Ini bukan pekerjaaan sulit bagi polisi. Ratna Sarumpaet saja bisa sehari mengungkap,” katanya, Minggu (16/12/2018).

Rachland mengaku, dari hasil penelusuran pihaknya, ditemukan sejumlah fakta terkait aksi perusakan atribut partai berlambang bintang mercy itu.

Namun partainya masih mempercayai kerja pihak kepolisian.

“Kami serahkan semuanya ke polisi. Meskipun Partai Demokrat telah menemukan sejumlah fakta,” tambah Rachland.

Kasus perusakan ini telah dilaporkan Partai Demokrat ke kepolisian.

“Kita tunggu satu minggu untuk polisi mengungkap tuntas,” tutup Rachland Nashidik.

(jpg/ruh/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here