Amien Rais: Tidak Tepat Tes Baca Al-Quran untuk Capres-Cawapres

138
Amien Rais saat mengisi pengajian di Islamic Center di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Bantul, Yogyakarta. (Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan)

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais turut berkomentar soal tantangan Ikatan Dai Aceh yang mengundang capres-cawapres mengikuti tes membaca Al-Quran pada 15 Januari 2019.

Amien menilai tes itu tidak tepat untuk menguji capres-cawapres, karena Pilpres 2019 tidak mencari sosok yang harus menguasai Al-Quran. Lagipula kata Amien, bisa membaca Al-Quran bukan berarti perangainya baik.

“Lucu sekali, kalau pimpinan pondok bolehlah. Banyak orang hapal Al-Quran tapi perangainya seperti bukan beriman juga. Ada itu bukan ukuran,” jelas Amien usai mengisi pengajian di Islamic Center di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Bantul, DIY, Senin (31/12).

Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi di pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilihan umum tahun 2019 di KPU. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

Amien juga mencontohkan banyak orang yang terlihat alim namun ternyata justru dipenjara. Sementara itu ada pula orang abangan yang justru jujur. “Banyak juga misalnya maaf ini orang kelihatannya alim ternyata masuk bui juga,” katanya.

Amien mengatakan bahwa orang abangan yang jujur di mata Allah lebih bagus dibanding yang tampak alim tapi dipenjara. “Terus ada orang kelihatan abangan tapi jujur itu di mata Allah lebih bagus,” lanjutnya.

Jadi memaksa (capres-cawapres) harus ujian Al-Quran itu enggak tepat.

– Amien Rias

Ujian baca Al-Quran justru menurut Amien lebih tepat semisal untuk memilih Ketua Umum PP Muhammadiyah.

“Misalnya Muhammadiyah mau Muktamar supaya PP yang dipilih yang baca Al-Quran saya setuju,” katanya.

Tes membaca Al-Quran ini digagas Ikatan Dai Aceh. Mereka mengundang capres-cawapres untuk hadir di Aceh pada 15 Januari 2019 dan mengikuti tes di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh.

Materi uji tes yaitu masing-masing calon akan dites membaca Surat Al-Fatihah, dan satu surat lainnya yang diambil secara acak. Kesediaan mengikuti tes uji kemampuan baca Al-Quran paling telat diterima panitia tanggal 08 Januari 2019.

“Tes baca Al-Quran ini juga untuk mengakhiri polemik tentang siapa figur capres dan cawapres yang paling menguasai dan memahami baca tulis Al-Quran. Mengingat akhir-akhir ini kampanye saling menghujat atas kemampuan dasar beragama Islam lebih mengemuka ketimbang menonjolkan kampanye programatik untuk menarik pemilih,” kata Ketua Ikatan Da’I Aceh, Tgk Marsyuddin Ishaq, dalam keterangannya kepada kumparan Sabtu (29/12). kumparan

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here