Amien Rais ke Jokowi: Ingat nasib pak Harto! Jangan macam-macam bismillah tapi cengengesan

578

Politikus senior Amien Rais mengingatkan Presiden Jokowi untuk tidak bermain sandiwara dengan memarahi menterinya dan mengancam akan merombak alias reshuffle kabinet. Amien meminta Jokowi untuk langsung saja, jika memang mau reshuffle kabinet cepat lakukan saja tanpa banyak drama dan sandiwara yang dipertontonkan kepada publik tanah air.

Amien mengingatkan Jokowi pada nasib presiden sebelumnya yaitu Soekarno dan Soeharto. Kekuasaan kedua presiden itu besar namun akhirnya keduanya tumbang dengan jalannya masing-masing.

Untuk langkah reshuffle, Amien meminta Jokowi cermat betul memilih pembantunya, jangan sampai memilih menteri yang tidak kompeten. Amien menilai sepertiga menteri di kabinet Jokowi saat ini tidak punya gaya kerakyatan sama sekali. Dia menyebutkan dua menteri yaitu Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Ingatlah nasib pak Harto

Mantan Presiden RI Soeharto. Foto: tututsoeharto.id
Amien Rais minta Jokowi ingat nasib Pak Harto. Foto: tututsoeharto.id

Dalam sebuah wawancara yang diunggah di akun Instagramnya, Amien meminta Jokowi tegas dalam reshuffle kabinetnya. Pilih yang bagus jangan yang biasa-biasa saja. Menurutnya Jokowi jangan puas dengan menteri penjilat yang kerjaannya cuma memujinya.

“Saya ingatkan ya pada Pak Jokowi itu ya, ingatlah nasib Pak Harto dulu, beliau 32 tahun berkuasa. Semua Menterinya itu hanya mengiya-iyakan, memuji-muji, tidak ada Menteri yang tidak memuji. Sehingga terbuai,” jelas tokoh Muhammadiyah itu.

Kekuasaan Pak Harto dulu, kata Amien, gampang runtuh pada 1998 karena gerakan rakyat yang mengepung kekuasaan, plus nyaris semua menteri balik kanan emoh mendukung Pak Harto lagi. Amien khawatir nasib pak Harto itu menimpa Jokowi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu bisa-bisa ditinggalkan oleh menterinya.

“Ya Allah, jadi saya cuma mengingatkan, berkacalah pada nasib Pak Harto, yang sangat kuat waktu itu. Tapi itupun ketika ditinggal menterinya, jadi keropos. Kemudian menjadi korban,”kata dia.

Jangan macam-macam

Presiden Soekarno atau Bung Karno
Presiden Soekarno atau Bung Karno. Foto Instagram @sapadunia.id

Amien menuturkan, Jokowi juga perlu mengingat nasib Bung Karno yang tumbang juga dari kekuasaan besarnya pada 1967. Meski proklamator itu punya kekuatan dan dukungan yang hebat, akhirnya juga harus turun dari kekuasaannya.

Jokowi, menurut Amien, kondisinya lebih enteng dibanding yang dihadapi Bung Karno dan Pak Harto, namun demikian bukan lantas membuat Jokowi santai saja.

“Jadi jangan macem-macem. Jadi saya katakan, kalau mau berbenah, cepat-cepatlah, dan harus ikhlas, tidak usah ada sandiwara lagi,” katanya.

Amien menyinggung pidato Jokowi yang memarahi menterinya, pada video itu Jokowi menegaskan langkahnya dengan menyebutkan Bismillah. Maka konsekuensinya harus serius dan akan pertanggungjawaban kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Bismillah dengan nama Allah itu luar biasa. Kalau sudah pakai Bismillah tapi masih cengengesan (dalam bahasa Jawa Solonya itu) saya kira Allah malah akan membuat perhitungan,” tuturnya.

Kritik video marah

Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi
Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi. Foto: Instagram @billymambrasar

Soal menyebarnya video Jokowi memarahi menterinya, Amien menilai itu adalah kesalahan fatal. Pertama forum Jokowi marah adalah forum internal tapi kenapa belakangan dipublikasikan ke khalayak melalui Youtube yang akhirnya semua orang tahu Jokowi marah.

“Saya lihat ada dua kemungkinan, Yang pertama itu Pak Jokowi, maaf ini, bermain sandiwara politik gitu dengan mengaduh-aduh, merintih-rintih, biar rakyat menjadi kembali mempercayai Pak Jokowi, mencintai, beliau harus dibela. Pak Jokowi itu bagus sekali loh, yang salah itu Menterinya, bukan Pak Jokowi,” kata dia.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

https://www.instagram.com/tv/CCGd_6cniTP/?utm_source=ig_embed

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...