Ali Syarief Ingatkan Publik Saat Jokowi Tunjuk Luhut Untuk Covid-19: Inilah Potret Ketidakpahaman

253
Akademisi Cross Culture Institute, Ali Syarief 

– Akademisi Cross Culture Institute, Ali Syarief kembali menyoroti lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Ali lantas mengingatkan publik ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menunjuk Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan sebagai komando untuk menyelesaikan Covid-19 dalam dua minggu.

“Masih ingat bukan, ketika @jokowi meminta LBP untuk menyelesaikan Cofid19 ini dlm waktu 2 minggu,” tulisnya melalui akun Twitter pribadi @alisyarief pada Sabtu, 10 Juli 2021.

Sebagaimana diketahui, Luhut pernah ditunjuk Jokowi untuk berfokus menangani Covid-19 di delapan provinsi. Jokowi memberikan target dua minggu agar kasus wabah itu menurun.
Jokowi memerintahkan hal tersebut pada Senin, 14 September 2020 lalu.

Mengingat penunjukan Luhut, Ali menyatakan bahwa inilah potret ketidakpahaman pemerintah bagaimana duduk masalah menangani Covid-19.

“Inilah potret ketidak mengertian, bgmn duduk masalahnya menangani cofid19,” jelasnya.

Sehingga ia menyimpulkan, kasus lonjakan Covid-19 saat ini adalah hasil dari pikiran tersebut.

“Apa yg terjadi sekarang, adalah produk dr fikiran tsb,” tuturnya lagi.

Lebih jauh, ia terheran-heran karena presiden bisa kembali menunjuk Luhut yang jelas gagal pada tugas sebelumnya.

“Yg bingung adalah, kembali menugaskan yg gagal,” pungkasnya.

Jokowi sendiri memang telah kembali menunjuk Luhut sebagai koordinator untuk untuk menerapkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kebijakan ini diambil oleh presiden sebagai bentuk penanganan kasus Covid-19 yang semakin melonjak.

Penugasan ke dua ini Jokowi sampaikan pada Selasa, 29 Juni 2021 lalu. Kendati demikian, setelah kebijakan PPKM diberlakukan, Luhut mengaku tidak tahu kapan Covid-19 di Indonesia akan selesai.

“Karena kita nggak tahu kapan selesainya Covid-19 ini,” tuturnya dalam rapat koordinasi penyediaan stok oksigen sebagai salah satu langkah penanganan Covid-19. Rapat ini diadakan secara virtual setingkat menteri dan lembaga pada Kamis, 8 Juli 2021 lalu.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here