Akhirnya Ditjen Imigrasi Meralat Omongan, Harun Masiku di Indonesia

288
CCTV Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta pada 7 Januari 2020 pukul 17.15 WIB

 JAKARTA – Politisi PDIP Harun Masiku tersangka kasus suap pergantian antar waktu DPR RI, dipastikan ada di Indonesia sejak 7 Januari 2020.

Pernyataan itu keluar langsung dari Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Ronny F Sompie.

Ronny menjelaskan, kepastian itu didasarkan atas pendalaman sistem, termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soeta.

“Bahwa HM telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada 7 Januari 2020,” kata Ronny dalam keterangan yang diterima, Rabu (22/1/2019).

Ronny menyatakan, ada kesalahan yang membuat pihaknya hanya mencatat kepergian Harun Masiku ke Singapura pada 6 Januari 2020.

Akan tetapi, Ditjen Imigrasi tidak mencatat kepulangan politisi PDIP itu pada keesokan harinya.

Purnawirawan dua bintang Polri ini juga sudah memerintahkan kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soeta dan Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Keimigrasan Ditjen Imigrasi.

“Untuk melakukan pendalaman terhadap adanya delay time dalam pemrosesan data perlintasan di Terminal 2 F Bandara Soeta, ketika HM melintas masuk,” kata dia.

Lebih lanjut, Ronny juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti hal itu dengan penetapan status cekal keluar negeri terhadap Harun Masiku.

“Hal tersebut telah terhubung ke seluruh Kantor Imigrasi dan tempat pemeriksaan Imigrasi di seluruh Indonesia melalui sistem,” kata dia.

Sebelumnya, istri Harun Masiku, Hilda mengaku, suaminya ada di Indonesia sejak 7 Januari 2020.

Hal itu berdasarkan komunikasi terakhir Hilda dengan Harun. Saat itu, Harun mengaku sudah kembali dari Singapura.

“Dia sempat kirim kabar tanggal 7 Januari dia sudah balik Jakarta,” kata Hilda kepada detik.com, di Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (21/1/2020).

“Dia sempat kasih kabar jam 12 malam katanya sudah tiba di Jakarta,” sambungnya.

Hilda juga menyatakan bahwa suaminya itu berangkat ke Singapura pada 6 Januari 2020.

“Tanggal 6 Januari ke Singapura, dia sempat kirim kabar,” kata Hilda.

Keterangan Hilda ini bertolak belakang dengan pernyataan yang dikeluarkan Ditjen Imigrasi Kemenkumham.

Kabag Humas Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang menyebut, bahwa Harun masih ada di Singapura sejak berangkat dan belum ada perubahan.

“Belum tercatat adanya pergerakan masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Pengakuan Hilda ini sejalan dengan adanya rekaman kamera pengawas di Bandara Seokarno-Hatta.

Dalam rekaman tersebut, terlihat sosok laki-laki mirip Harun Masiku.

Dalam potongan gambar CCTV tersebut terpampang sosok pria berambut tipis dan berkacamata.

Pria yang mengenakan sweater biru itu disebut-sebut sebagai Harun Masiku.

Rekaman kamera pengawas itu sendiri mencatat bahwa momen tersebut direkam pada 7 Januari 2020 pukul 17.15 WIB.

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...