Akan Berikan Rp 110 Juta, Miftah Sabri Tantang Kader PKB di Arab Saudi Antar Habib Rizieq ke Bandara

1305

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq ditantang oleh politisi Gerindra Miftah Sabri untuk memulangkan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

Hal ini diungkapkan dalam pernyataannya saat menjadi narasumber Rosi di Kompas Tv, Kamis (11/7/2019).

Maman mulanya menuturkan jangan sampai ternyata Habib Rizieq tak memiliki halangan apapun untuk pulang ke Indonesia dan pemulangannya sangat mudah.

“Kalau saya justru curiga, Habib Rizieq justru dijadikan komoditas untuk Pak Prabowo (capres 2019) dan teman-teman,” ujar Maman.

Ucapan Maman sempat dipotong oleh Juru Bicara Calon Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019, Dahnil Anzar Simanjuntak yang tak terima.

Akan tetapi ia kembali melanjutkannya.

“Kita mengatakan bahwa jangan-jangan Habib Rizieq gampang untuk pulangnya, tetapi dijadikan komoditas untuk bargain politik, atau dalam bahasa JK itu adalah tumbal,” papar Maman.

Maman juga menuturkan negara memberikan perlindungan bagi warga negaranya.

Ia bahkan membandingkan kasus pembunuhan yang pernah dialami Warga Indonesia di Arab Saudi namun dengan mudah bisa dipulangkan.

“Yang pertama saya melihat bahwa sudah jelas negara ini harus hadir melindungi warga negaranya di dalam negeri, jangankan sekelas Habib Rizieq, warga saya di Majalengka namanya Eti bin Toyib dia sudah dinyatakan hukuman mati tapi ada ganti rugi kita mengumpulkan dana Rp 18 miliyar, lalu dia bisa selamat, apalagi Habib Rizieq, apa yang sulit?,” ungkapnya.

“Yang kedua, portal itu apa, jangankan kepentingan politiknya Pak prabowo.”

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel yang juga disebutkannya kader partai PKB.

“Yang ketiga apakah ada nota diplomasi, gampang kok, saya tanya Pak Agus, kebetulan kader kami, PKB, ‘apakah ada yang namanya diplomasi tentang itu? Enggak ada kok. Habib Rizieq silakan pulang, kendalanya cuma satu,” ujar Maman yang menyinggung denda overstay Habib Rizieq.

“Dan itu mudah sekali, daripada berbelit belit kita tanya pemerintah Arab Saudi punya perwakilan resmi negara dan apa sih kendalanya buka saja,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Miftah Sabri lalu memotong Maman dan menantangnya untuk mempermudah kepulangan Habib Rizieq.

Jika menurut Maman, kepulangan Habib Rizieq hanya sekedar uang, maka Miftah menyanggupi untuk memberikan uang Rp 110 juta yang berupa denda izin tinggal Habib Rizieq.

Selanjutnya, Miftah akan memberikan uang tersebut pada kader PKB di Arab Saudi untuk mengantarkan ke bandara.

“Saya siapkan Rp 110 juta untuk Habib itu kader PKB untuk Saudi antar Habib ke bandara, bisa dijamin clear di sini?” tanya Miftah Sabri.

“Bisa,” jawab Maman singkat.

“Oke ya,” ujar Miftah Sabri ditepuktangani penonton studio.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq memberikan tanggapan terkait polemik kepulangan Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab sebagai komoditas Prabowo Subianto.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq memberikan tanggapan terkait polemik kepulangan Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab sebagai komoditas Prabowo Subianto, Kamis (11/7/2019)(Capture Kompas Tv)

Dahnil lalu menambahkan bahwa Habib Rizieq dijadikan komoditas oleh Prabowo merupakan tuduhan yang serius.

“Habib Rizieq ini sahabatnya Pak Prabowo, jadi yang diminta Pak Prabowo ke JK (Jusuf Kalla) dan disampaikan ke Pak Jokowi adalah kepulangan beliau, jadi bukan masalah tukar barter dan sebainya,” papar Dahnil Anzar.

Lihat video di menit ke 23.27

 

Penjelasan Duber RI untuk Arab Saudi

uta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menuturkan permasalahan denda overstay Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab tak ada kaitannya dengan pemerintah Indonesia.

Hal ini dikutip TribunWow.com dari saluran YouTube CNN Indonesia, Kamis (11/7/2019).

Melalui telewicara Agus menjelaskan, Habib Rizieq diwajibkan membayar denda terkait aturan overstay atau tinggal di suatu tempat lebih lama dari masa yang diizinkan.

“Jadi kalau Saudi ini dendanya tidak berbunga. Jadi melanggar satu dua bulan sama saja, kecuali kalau sudah melewati batas satu tahun biasanya mungkin ada punishment yang lain,” ungkap Agus.

Ia menuturkan KBRI tak memiliki otoritas terkait hitungan denda milik Habib Rizieq.

“Kami tidak punya otoritas untuk menghitung denda itu, karena denda itu adalah dendanya Saudi, yang overstay itu (diatur) undang-undang Saudi,” paparnya.

Agus lalu memberikan prakiraan jumlah denda yang harus dibayar.

“Dalam masalah ini dikalikan berapa keluarga ikut, kalau info yang saya terima kalau 5 orang berarti 30.000, sekitar 150.000 real, sekitar Rp 600 juta,” ujar Agus.

Agus mengatakan KBRI tidak bertanggung jawab untuk membayarkan denda pelanggaran imigrasi WNI yang tinggal di luar negeri.

“Ya kalau dibayarkan, KBRI tidak punya skema untuk membayarkan pelanggaran imigrasi,” kata Agus.

“Kalau kita membayarkan pelanggaran imigrasi, maka 20-30 ribu real, maka saudara kita yang overstay di sana minta perlakuan yang sama, anggaran belanja KBRI satu tahun bisa habis untuk membayar denda itu, sehingga itu masalah personal,” tambahnya.

Agus mengatakan bantuan yang bisa diberikan oleh KBRI hanya berupa pendampingan kekonsuleran.

“Sehingga yang perlu kita dampingi adalah pendampingan kekonsuleran haknya sebagai WNI karena law coast-nya di Saudi, tidak ada kaitannya dengan pemerintah kita,” ujar Agus.

“Karena diplomasi kita bersifat non interference. Kita tidak bisa ikut urusan dalam negeri. Jadi kalau ada usulan pemerintah ajukan ini itu sama saja kita intervensi yang dilanggar adalah undang-undang atau aturan-aturan Arab Saudi,” pungkasnya.

Lihat videonya di menit ke 1.57

 

Sebelumnya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/7/2019) Agus menuturkan setelah membayar, Habib Rizieq tak langsung dapat kembali ke Indonesia, lantaran akan ada prosedur penyelidikan.

Penyelidikan itu apakah masih memiliki persoalan hukum, baik pidana maupun perdata.

Namun, Agus mengatakan, hingga saat ini belum ada permintaan untuk memberikan pendampingan kekonsuleran terhadap Rizieq Shihab.

“Jika ada masalah hukum meski bayar denda ya tetap saja enggak bisa keluar sebelum selesaikan masalahnya,” tutur Agus.

Sementara itu ada cara lain yang dapat ditempuh Habib Rizieq untuk dapat kembali.

Yakni dengan memanfaatkan program amnesti dari Kerajaan Arab Saudi.

Program itu adalah program pengampunan dari Arab Saudi kemudian menyelesaikan kasus overstay tanpa perlu membayar denda.

“Kalau ingin gratisan ya nunggu program amnesti dari Kerajaaan Arab Saudi,” kata Agus.

.tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...