AHY Ketemu Jokowi Adakah Deal Politik?, Andi Arief: Kami Punya Hak Tentukan Nasib Sendiri

288

JAKARTA – Beberapa waktu lalu AHY Komandan Kogasma Partai Demokrat melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Jokowi di Istana Negara.

Pertemuan pertama yang dilakukan pasca Pemilu 2019 itu mengundang reaksi dari koalisi Prabowo-Sandi dan simpatisan.

Itu lantaran dianggap Demokrat melalui AHY melakukan deal-deal politik mengamankan posisinya untuk meraih kekuasaan.

Maklum, hasil hitung sementara quick count Jokowi-Ma’ruf unggul dari pasangan Prabowo-Sandi.

Meski belum merupakan hasil resmi dari KPU, namun data itu menjadi acuan para partai politik untuk mengevaluasi haluannya untuk lima tahun ke depan.

Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan partainya memiliki hak otonom dan kedaulatan untuk menentukan nasib partainya sendiri.

“Koalisi itu bukan fusi.Tidak ada partai melebur dalam koalisi. Koalisi itu disebut koalisi taktis.” ungkapnya.

Sehingga atas dasar acuan itulah kedaulatan partai tidak bisa dibelenggu oleh status apapun termasuk koalisi. Sehingga pertemuan bentuk apapun menjadi sah dan wajar dilakukan.

“Komunikasi politik adalah hak partai yang berdasar prinsip otonom itu.” kata dia.

Hanya saja ada etika dan batasan yang memang harus diperhatikan bagi setiap parpol peserta koalisi.

“Membangun komunikasi politik itu hak partai Demokrat. Namun kewajiban Partai Demokrat tidak mendahului hal yang strategis dalam koalisi,” jelasnya.

Termasuk, menurutnya, sikap partai Demokrat pasca hasil resmi KPU.

“Sikap partai Demokrat dalam koalisi BPN menunggu hasil perjuangan bersama memenangkan Pak Prabowo pada tgl 22 Mei ini,” ujarnya.

“Kalaupun harus menunda pernyataan menang atau kalah itu bisa saja terjadi misalnya kalau nanti 01 atau 02 menempuh jalur mahkamah konstitusi.” kata dia.

Andi Arief memastikan tidak ada kesepakatan politik apapun antara AHY dan Jokowi.

Sebagaimana yang disampaikan AHY dalam keterangan persnya usai melakukan pertemuan, apa yang dilakukannya hanyalah membuka seluas mungkin ruang dialog rekonsiliasi.

Malah Andi menganjurkan koalisi Prabowo-Sandi juga seharunya melakukan hal yang sama seperti AHY.

“Seharusnya BPN juga bersikap sama dengan AHY untuk membuka ruang dialog,” ucapnya.

 

(sta/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...