AHY Dan Ibas Ke Rumah Mega, Tendry: Harga Keindonesiaan Lebih Mahal Dari Kontestasi Politik

469

Ini bukan halal bihalal biasa. Bagi yang menyaksikan langsung, ini pertemuan yang mengharukan.

“Pertemuan itu mengajarkan kita bahwa politik itu bisa sangat beradab dan memanusiakan,” ujar Firman Tendry Masengi.

Aktivis era 1990an ini tengah bercerita tentang kunjungan kedua putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/6).

Tendry membandingkan pertemuan itu dengan kontestasi politik yang baru saja berlalu. Kontestasi yang berlangsung keras dan diwarnai sikap bermusuhan di antara dua kelompok pendukung pasangan capres dan cawapres.

Ketika pertemuan terjadi, Tendry ada di ruang utama keluarga Mega dan menyaksikan dari dekat pertemuan bersejarah itu. Tendry merupakan salah seorang mantan aktivis mahasiswa era 1990an yang memiliki kedekatan khusus dengan keluarga Mega dan alm. Taufiq Kiemas.

Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1440 H, digunakan oleh Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhi Baskoro Yudhoyono untuk bersilaturahmi ke kediaman Mega.

AHY didampingi istrinya Annisa Pohan, sementara Ibas datang bersama istrinya, Siti Rubi Aliya Rajasa.

AHY dan Ibas mengenakan batik hitam dan peci hitam. Sementara Annisa dan Aliya mengenakan kebaya putih gading. Rambut keduanya disanggul indah ke belakang.

Di dalam ruangan utama kediaman tuan rumah, Mega didampingi dua anaknya, Puan Maharani Kiemas dan Muhammad Prananda Prabowo yang didampingi istrinya Nancy Prananda.

Sebelum memasuki kediaman Mega, AHY dan Ibas Yudhoyono disambut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Di ruangan utama, Mega dan tamu-tamunya duduk melingkari meja bundar yang ditutup kain merah marun. Pembicaraan berlangsung hangat.

AHY dan Ibas menyampaikan salam dari SBY yang tidak bisa ikut berkunjung ke kediaman Mega. Mereka juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mega karena telah menyempatkan diri hadir dalam pemakaman ibunda mereka, Ani Yudhoyono, hari Minggu lalu (2/6).

Ani Yudhoyono meninggal dunia di Singapura karena kanker darah yang dideritanya. Setelah tiga bulan berada dalam perawatan intensif di National University Hospital (NUH), Ani Yudhoyono menghembuskan nafas terakhir pada hari Sabtu (1/6).

Kepergian Ibu Ani Yudhoyono adalah kehilangan besar bagi SBY dan anak-anaknya.

Kehadiran Mega di Taman Makam Pahlawanan (TMP) Kalibata untuk menyaksikan pemakaman Ani Yudhoyono menjadi semacam oase di tengah kebekuan politik yang berlangsung lama.

Kehadiran anak-anak SBY di kediaman Mega hari ini pun menambah kehangatan hubungan dua keluarga mantan presiden itu.

Tendry berharap pertemuan keluarga dua mantan presiden yang selama ini digambarkan berseberangan membuka mata seluruh anak bangsa bahwa ada satu hal yang paling penting untuk dijaga bersama: Indonesia.

“Harga keindonesiaan kita lebih mahal dari sekadar kontestasi politik,” ujar Tendry lagi.

Di akhir pertemuan, Puan Maharani berinisiatif untuk mengabadikan pertemuan itu lewat sebuah selfie.

Tidak ada hal lain yang tergambar dari pose selfie mereka itu, kata Tendry lagi, kecuali kehangatan dan persaudaraan belaka. rmol

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...