AHY Bikin Demokrat Moncer, Bikin Gerindra Terancam

222
AHY, Prabowo

JAKARTA – Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menempatkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan elektabilitas 6,8 persen.

Perolehan Ketua Umum Partai Demokrat itu lebih baik dibanding dibanding Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dengan elektabilitas 3,6 persen.

AHY juga jauh mengungguli Ketua DPR RI Puan Maharani dengan elektabilitas 2 persen.

Tren positif AHY tersebut tentu akan memberikan dampak positif pula bagi Partai Demokrat.

Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam kepada RMOL, Selasa (22/7/2020).

Menurutnya, awal terpilih sebagai ketum, AHY belum menunjukkan dampak elektoral.

Pasalnya, pada Maret sampai Mei, ia lebih memilih untuk fokus pada konsolidasi internal.

Akan tetapi, semua berubah saat AHY mulai ‘keluar’ dan melakukan gerilya dan safari politik.

Hal itu terbukti efektif dan ikut mendongkrak elektoral bagi partai berlambang bintang mercy itu.

Akhmad Khoirul Umam menyebut, hal ini jelas akan menambah kepercayaan diri partai pemenang Pemilu 2009 ini.

“Sebagai satu-satunya partai yang saat ini berani melakukan regenerasi kepemimpinan sejak dini,” katanya.

Umam bahkan menyebut bisa saja AHY di masa mendatang menempatkan Partai Demokrat dalam tiga besar komposisi parpol.

“Kalau mampu mempertahankan optimisme kader, meningkatkan moral dan semangat pengurusnya, tidak menutup kemungkinan Demokrat akan kembali ke posisi 3 besar karena Gerindra berpotensi terdegradasi ke liga papan tengah,” tandasnya.

Dalam survei Indikator Politik yang digelar 13-16 Juli 2020 terhadap 1.200 responden, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo teratas dengan keterpilihan sebesar 16,2 persen.

Di urutan kedua ada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan keterpilihan 15 persen.

Di sisi lain, ada tren penurunan cukup drastis terhadap elektabilitas Ketum Gerindra, Prabowo Subianto yang berada di urutan ketiga dengan 10 persen.

Dalam survei pada bulan Februari lalu, elektabilitas Prabowo Subianto masih teratas denga persentase keterpilihan di angka 22,2 persen.

Kemudian survei bulan Mei, keterpilihan terhadap mantan calon Presiden tahun 2019 lalu itu menurun di angka 14,1 persen.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol/ruh/pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...