AHY Beberkan Alasannya Dipilih untuk Gantikan SBY sebagai Ikon Kampanye hingga Disambut Tepuk Tangan

225

Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai DemokratAgus Harimurti Yudhoyono (AHY) membeberkan alasannya dipilih oleh Ketua Umum Partai DemokratSusilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai ikon kampanye di Pemilu 2019.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber acara Rosi yang bertajuk ‘AHY & Politik Demokrat di Pemilu’ seperti diunggah channel YouTube KOMPASTV, Jumat (8/3/2019).

Mulanya AHY ditanya oleh pembawa acara, Rosianna Silalahi, terkait pembicaraan yang pernah dilakukan sebelum ditunjuk sebagai pemimpin pemenangan Partai Demokrat oleh SBY.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menjadi narasumber acara Rosi, di Kompas TV.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menjadi narasumber acara Rosi, di Kompas TV. (Capture Youtube Kompas TV)

“Pernah diajak berbicara sebelumnya enggak mas AHY?,” tanya Rosi.

“Saya diberitahu setelah Pak SBY melakukan rapat-rapat dengan para petinggi partai, mungkin karena melihat waktunya semakin dekat menuju 17 April 2019, sedangkan Pak SBY juga berhalangan dalam arti tidak bisa berada di tanah air secara langsung melakukan kampanye untuk Partai Demokrat,” jawab AHY.

“Oleh karena itu dipandang perlu dan penting untuk bisa menghadirkan figur untuk bisa mengambil alih tugas dan tanggung jawab kampanye nasional,” sambungnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, lantas Rosi menanyakan mengapa AHY yang dipilih sebagai pemimpin pemenangan kampanye Partai Demokrat.

“Setelah saya mendapat penjelasan memang yang dicari adalah sosok yang bisa melakukan perjalanan secara efektif ke berbagai daerah. Dan tentu, tidak berlebihan karena sebelumnya pun saya ditunjuk sebagai Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu Partai Demokrat,” tegas AHY.

“Namun, ketika itu saya melakukan direct report, saya membantu Ketua Umum Partai Demokrat, Pak SBY, tapi kini mandat yang saya terima adalah bertanggungjawab dan bertugas secara langsung di lapangan,” sambungnya.

Dihadapan Rosi, AHY menambahkan bahwa pemilihan itu sebagai bentuk penugasan dari Ketua Umum Partai Demokrat, SBY.

“Bagi saya penugasan. Jadi kalau di militer itu ini sudah di babak akhir serangan untuk menuju tujuan kemudian harus dilakukan secara cepat pergantian kepemimpinan di lapangan,” papar AHY.

“Panglima perangnya harus segera insert dan juga meyakinkan bahwa segala strategi dan taktik bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tegas AHY.

Pemaparan tersebut lantas disambut tepuk tangan ramai dari para penonton di studio.

Simak di menit 01.30:

Diberitakan dari Kompas.com, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan membenarkan AHY menggantikan SBY sebagai ikon kampanye, Kamis (28/2/2019).

“Iya (Gantikan SBY sebagai ikon kampanye) karena secara fisik (SBY) enggak hadir,” ungkap Hinca Pandjaitan di Kantor DPP Demokrat, Menteng, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Dirinya menjelaskan, SBY tidak bisa hadir secara fisik dalam kampanye Partai Demokrat karena harus mendapingi sang istri, Ani Yudhoyono yang masih menjalai perawatan di rumah sakit di Singapura.

Hinca Pandjaitan juga menyakini bahwa elektabilitas AHY kini sudah bisa menjadikannya sebagai ikon kampanye Partai Demokrat.

.tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here