Ahok Siapkan Kejutan pada 16 Agustus Terkait Lapangan Banteng

678

Jakarta — Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyoroti Lapangan Banteng yang kemarin diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Lewat timnya @timbtp, Ahok di akun instagramnya @basukibtp mengatakan bakal memberikan jawaban terkait Lapangan Banteng pada 16 Agustus mendatang.

“Tapi, kenapa ya, kok Ahok kepikiran lagi tentang Lapangan Banteng? Penasaran? Sabar ya, tunggu jawabannya pada tanggal 16 Agustus 2018,” demikian unggahan terbaru di akun instagram Ahok.

Akun @basukibtp sudah beberapa kali mengunggah soal Lapangan Banteng dan kejutan di bulan Agustus. Unggahan pertama pada 12 Juli. Akun @basukibtp saat itu mengunggah foto Ahok disertai tulisan: Kira-kira apa yang akan terjadi dengan @basukibtp di bulan Agustus nanti? Cek terus akun sosial medianya untuk hint “kejutan” dari BTP!

Unggahan kedua pada awal pekan ini. Akun instagram @basukibtp menyinggung soal monumen patung Pembebasan Irian Barat. Disebutkan bahwa monumen itu dibuat sebagai pengingat bahwa Bangsa Indonesia pernah menawang melawan Barat dan sekutu.

“Lalu, kira-kira ada hubungan Lapangan Banteng dengan Ahok di bulan Agustus? Ada yang bisa tebak? Tunggu jawaban pastinya pada 16 Agustus 2018,” tulis @basukibtp.,

INSTRUKSI DARI LANGIT: SEBARKAN…!!Pidato Gubernur Anies Baswedan yang sebenarnya. Bukan versi yang diedit kubu resah. Di sini jelas, Bang Anies menyampaikan apresiasi kepada arsitektur perancang Lapangan Banteng.Simak video ini. Tidak satu kata pun Bang Anies mengklaim sebagai ide dari dirinya. Dia menyebutkan nama "Yori Antar", seorang arsitek terkenal yang memang membawa ide dan rancangan renovasi Lapangan Banteng.Video yang disebarkan Nyomet Ahoker, sengaja menghilangkan nama "Yoris Antar" sehingga dengan mudah dipelintir. Motifnya jelas; hendak mendeskreditkan Gubernur Anies. Jahat banget. Zholim. Hancurkan…!!!

Posted by Zeng Wei Jian on Thursday, July 26, 2018

Diposting oleh @timbtp; Masih tentang Lapangan Banteng; Perubahan nama dan fungsi dari Lapangan Banteng ternyata berkaitan dengan zaman dan fungsinya. Pada zaman Belanda, tempat ini disebut dengan Lapangan Singa. Di tahun 60-an dibangun Monumen Pembebasan Irian Barat dan pada tahun 70-an lapangan tersebut dialihfungsikan menjadi terminal bus. Setelah lama tidak ada perubahan, di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama, beliau melakukan revitalisasi Lapangan Banteng menjadi taman yang lebih megah yang sebentar lagi akan segera diresmikan Gubernur DKI Jakarta saat ini dan bisa dinikmati oleh semua pihak. Kalau kalian lebih suka Lapangan Banteng di zaman apa? Tapi, kenapa ya #KOKAHOKKEPIKIRAN lagi tentang Lapangan Banteng? Penasaran? Sabar ya, tunggu jawabannya pada tanggal 16 Agustus 2018. 📷: @balingbalingbamboe

A post shared by Ahok BasukiTPurnama (@basukibtp) on

Pada unggahan ketiga akun Ahok masih menyoroti soal patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng yang digagas Presiden Soekarno. @basukibtp menyebut gagasan itu divisualisasikan oleh Henk Ngantung dan proses pembuatan patungnya berlangsung selama satu tahun sampai akhirnya diresmikan 17 Agustus 1963.

Akun Ahok menyebut patung tersebut sebagai peninggalan sejarah berharga yang harus dijaga bersama. “Kok Ahok kepikiran terus Lapangan Banteng? Tunggu jawabannya pada 16 Agustus 2018,” kata akun Basuki di akhir unggahan tersebut.

Unggahan terbaru kemarin pun masih menyoroti Lapangan Banteng dan tanggal 16 Agustus 2018.

CNNIndonesia.com menghubungi adik Ahok, Fifi Lety Indra untuk bertanya soal itu. Namun ia enggan memberikan komentarnya.

Lapangan Banteng yang terletak di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, baru diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Rabu (25/7) kemarin setelah mengalami proses revitalisasi sejak 2017 lalu.

Gagasan revitalisasi Lapangan Banteng itu datang dari Ahok saat menjabat sebagai Gubernur DKI. Sementara Anies, dalam sambutannya kemarin mengaku sangat bersyukur proses penataan kembali lapangan yang dia sebut penuh sejarah ini dapat berjalan dengan baik.

“Kita tahu lapangan ini memiliki sejarah yang panjang. Mulai dari 1632 masih disebut lapangan paviliun, lalu sesudah perang Napoleon, Jerman Inggris jadi Lapangan Singa. Kemudian menjadi Lapangan Banteng,” kata Anies saat meresmikan lapangan Banteng, kemarin.

CNN Indonesia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here