Ahok Bikin PDIP Ditinggal Pemilih, Masa Sih?

354

JAKARTA – Pengamat politik Ray Rangkuti menilai penurunan elektabilitas PDIP belakangan ini belum signifikan. Apalagi, jika dikaitkan dengan bergabungnya Ahok.

Namun, Ray tetap menyarankan partai pemenang pemilu 2014 itu tetap waspada supaya elektabilitasnya tidak merosot lebih jauh.

“Jadi saya pikir itu meskipun begitu harus ada langkah yang dilakukan oleh PDIP, tapi belum bisa dijelaskan gara gara (Ahok) itu mereka turun, biasa saja dalam konteks ya biasa sebulan naik sedikit, kemudian turun sedikit,” kata Ray kepada wartawan, Minggu (24/2).

Menurut, Direktur Lingkar Madani tersebut, pemilih muslim juga memahami bergabungnya Ahok ke PDIP. Pasalnya, partai berlambang banteng itu dekat dengan Ahok dan salah satu. parpol pengusung Ahok di Pilgub 2012 dan 2017 lalu.

“Mereka pemilih muslim itu kan sudah tau dari awal bahwa hubungan Ahok dengan PDIP cukup erat, jadi sebetulnya tidak ada unsur keterkejutan jika Ahok masuk dalam PDI Perjuangan. Karena memang sudah dari awal PDIP dan Ahok erat ya,” terang Ray Rangkuti.

Untuk diketahui, survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan elektabilitas PDIP menurun tajam beberapa bulan terakhir. Saat ini elektabilitas PDIP tinggal 22,9 persen.

“Penurunan tajam capaian elektabilitas PDIP diperkirakan karena migrasi pemilih muslim ke partai-partai nasionalis lainnya,” ungkap Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam siaran pers di Jakarta, pada Jumat (22/2).

Faktor paling kuat yang menandai fenomena tersebut adalah bergabungnya mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut Vivin, publik masih sangat resisten dengan kemunculan kembali Ahok dalam kancah politik nasional.

“Memori kasus penistaan agama pada Pilkada DKI terus terjaga, terlebih momentum reuni Alumni 212 yang tak pernah surut dukungan luas masyarakat,” jelas Vivin lebih lanjut. (dil/jpnn)

Comments

comments

Loading...