Ahmad Dhani Kritik Maruf Amin: Daripada K-Pop, Musisi Indonesia Jauh Lebih Bermutu, Hanya…

377
Ahmad Dhani Prasetyo/Net

 Musik Indonesia jauh lebih bermutu daripada K-Pop ala Korsel. Hanya saja,dukungan dari pemerintah yang memberi jurang pada perkembangan industri musik kedua negara.

Demikian disampaikan musisi Ahmad Dhani Prasetyo (ADP), Minggu (20/9).

Pentolan group Dewa 19 itu mengktik Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin yang mendorong agar tren Korean Pop atau K-Pop memunculkan kreativitas anak muda Indonesia untuk lebih giat mempromosikan budaya bangsa.

“Di Korea disiapkan dana besar untuk memajukan musik nasional. Pemerintah Korsel serius untuk mengangkat industri musik Korsel menjadi masuk ke industri musik dunia,” terang Dhani.

Wapres Maruf Amin kata Dhani, masih belum paham mendalam mengenai industri musik. Seharusnya,mantan Rais Aam PBNU itu sebelum menyampaikan statement, terlebih dahulu mengajak dirinya sebagai seniman musik berdiskusi.

“Intinya, seniman seperti pelaku industri pada umumnya, butuh dukungan pemerintah,” tegasnya.

Pencipta lagu Roman Picisan” itu meminta pemerintah untuk lebih dulu mencari menteri yang paham mengenai masalah industri dunia.

Dhani kemudian membandingkan dengan industri mobil di Korsel yang telah dimulai sejak 20 tahun lalu. Sementara di Indonesia, industri semacam itu masih sebatas fiksi.

Artinya, sebelum masuk ke industri musik dunia, pemerintah harus masuk dulu dalam dunia industri.

“Musisi Indonesia jauh lebih bermutu daripada Korea Selatan. Hanya saja selama ini belum ada presiden yang punya skill soal industri dunia,” demikian Dhani.

Sebelumnya, dalam peringatan 100 tahun kedatangan orang Korea di Indonesia pada Minggu (20/9), Maruf Amin menyampaikan harapan agar budaya K-Pop dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri.

Menurutnya, kecintaan orang Indonesia terhadap K-Pop menunjukkan keberhasilan Korsel dalam industri musik dan membawa pengarus budaya Korea lain ke Indonesia, seperti makanan, drama, film dan mode. [dzk]

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...