Agung Laksono Damprat Prabowo: Jangan Main Tuduh Saja Begitu

1111

JAKARTA – Pernyataan bakal Capres Prabowo Subianto terkait utang Indonesia setiap harinya bertambah Rp1 triliun dinilai tidak berdasarkan data yang akurat.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono menegaskan pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra itu keliru karena tidak berdasar.

“Kalau menurut saya keliru. Jangan main tuduh saja begitu kalau enggak ada dasarnya,” kata Agung saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (4/9).

Mestinya menurut Agung, sebelum mengeluarkan pernyataan terkait utang negara, baiknya mantan Danjen Kopassus itu merujuk pada data-data yang valid. Sebab Agung yakin pemerintahan Joko Widodo tak akan berutang sebanyak itu.

Terlebih UU APBN 2017 dan UU Keuangan Negara membatasi bahwa defisit anggaran tidak boleh lebih dari 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Itu mesti dicek lagi, saya sendiri enggak begitu paham mengenai utang tapi ada ketentuannya ada batasan batasannya, ada PDB dan sekian persen yang diizinkan oleh undang-undang. Kalau tidak salah tidak boleh melebihi 3 persen, dari APBN,” pungkas Agung.

Sebelumnya, Calon Presiden Prabowo Subianto mengatakan utang Indonesia semakin hari terus membengkak. Bahkan kenaikannya per hari mencapai Rp 1 triliun.

“Saudara-saudara, utang Pemerintah kita naik terus, naik terus. Sekarang hitungannya naiknya Rp 1 triliun tiap hari,” kata Prabowo saat membedah buku karyanya berjudul ‘Paradoks Indonesia’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/9).

Utang Indonesia yang disoroti Prabowo yakni pada periode kuartal I 2018 menyentuh Rp 4.227 triliun atau sebesar 29,79 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Jenderal berjuluk 08 itu menilai saat ini terjadi ketimpangan ekonomi cukup besar di tengah masyarakat. Jarak antara si miskin dan si kaya cukup signifikan.

Mengutip data Bank Dunia, Prabowo menyebut saat ini Indonesia mengalami ketimpangan ekstrem. Tercatat ada 40 orang kaya di Indonesia yang memiliki harta ratusan ribu kali lipat dari rata-rata penghasilan orang Indonesia.

Kondisi ini membuat Indonesia terancam menjadi negara dhuafa atau negara miskin selama-lamanya. Kondisi itu diperparah dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat lambat.

“Pertumbuhan ekonomi tidak naik, Indonesia terancam negara miskin selamanya. Ya bener ada orang Indonesia yang kaya raya. Di Indonesia 40 orang terkaya kekayaannya 584 ribu kali rata-rata orang Indonesia,” jelas Prabowo.

“Satu persen menguasai setengah kekayaan, 10 persen terkaya menguasai 75 persen kekayaan Indonesia,” pungkasnya.

(rmol/jpc/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...