Ada yang Bawa Bom Molotov dan Bambu Runcing, Jakarta Siaga Satu

246
Divhumas Polri Brigjen M Iqbal,

JAKARTA – Polri telah menetapkan Jakarta berstatus siaga satu menjelang aksi 22 Mei yang dikabarkan akan menolak hasil Pilpres 2019.

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, penetapan status siaga satu itu bukan tanpa alasan. Berdasar pengamatan petugas, disebut ada penumpang gelap di balik massa yang ingin melakukan aksi 22 Mei.

“Massa yang datang diduga memiliki rencana untuk melakukan perbuatan anarkistis. Jadi bukan sekadar unjuk rasa damai,” kata Iqbal, Selasa (21/5).

Hal ini dikuatkan dengan temuan adanya sejumlah kelompok massa yang berangkat dari Jawa Timur, yang membawa bom molotov hingga bambu runcing.

“Mereka sudah mempersiapkan diri dengan peralatan berbahaya. Contohnya ada memiliki bom molotov. Ada pula beberapa indikasi massa membawa bambu dan bendera di mana ujungnya diruncingkan, termasuk alat tajam lainnya dan ketapel,” beber Iqbal.

Dia pun menegaskan, aksi 22 Mei bukan kegiatan spontan, melainkan sudah dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi tindakan anarkistis.

“Sudah diorganisir secara sistematif. Ada yang ingin melakukan aksi secara damai, namun juga ada yang mempersiapkan aksi yang melanggar hukum,” sambung eks Kapolres Metro Jakarta Utara ini.

Untuk itu, Polri pun meminta kepada peserta aksi untuk tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apapun juga. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak perlu ikut berkumpul karena akan mengganggu ketertiban publik dan pengguna jalan.

“Serta ada indikasi penumpang gelap, kelompok teror yang berencana melakukan aksi serangan,” tandas Iqbal. (cuy/jpnn)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here