Ada Apa? Jokowi Kampanye Akbar di Solo, Kok Ada Larangan Pakai Drone, Terungkap Alasannya

682

Jelang Pilpres 2019 mendatang, dua Capres dan Cawapres makin getol kampanye ke berbagai daerah.

Usai massa membludak di GBK pada kampanye akbar Prabowo-Sandi, Capres nomor urut 01 Jokowi dijadwalkan akan melakukan kampanye di kota kelahirannya Solo pada Hari ini, Selasa (9/4/2019).

Dikutip dari TribunSolo.com, Senin (8/4/2019) kampanye Jokowi akan dilakukan di Stadion Sriwedari Solo dari pukul 15.00 WIB – 17.00 WIB.

Pada kampanye tersebut Jokowi direncanakan akan mengendarai kereta kencana dari Lapangan Kota Barat hingga lokasi kampanye.Prabowo Subianto dan Joko Widodo alias Jokowi.

Prabowo Subianto dan Joko Widodo alias Jokowi. (HO/TRIBUNNEWS.COM)

Terdapat beberapa peraturan yang diterapakan dalam kampanye tersebut, satu di antaranya adalah penggunaan drone.

“Hanya diperbolehkan penggunaan drone, sebelum RI 1 datang. Apabila RI 1 datang semua drone di-off-kan kecuali drone yang disiapkan Paspampres,” ujar Kapenrem 074/Warastratama, Mayor Inf Mantang.

Selain itu masyarakat pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01 juga diimbau untuk datang ke lokasi kampanye dengan berjalan kaki.

Ketua DPC PDI Perjuangan, FX Hadi Rudyatmo mengimbau masyarakat untuk berjalan kaki dan tidak menggunakan kendaraan bermotor dengan knalpot tidak standar pabrik.

Bekerjasama dengan Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo siap memberikan tilang dan penertiban.

“Ya tidak hanya dikenai tilang, tetapi pelanggar itu harus memasang sendiri knalpot aslinya,” ungkap dia.

Sebelumnya diberitakan jadwal kampanye Jokowi seharusnya dilakukan pada tanggal 12 April 2019.

Pasangan Capres dan Cawaspres nomor urut 01, Jokowi - Maruf Amin.
Pasangan Capres dan Cawaspres nomor urut 01, Jokowi – Maruf Amin. (KOMPAS.COM)

Namun jadwal tersebut diubah menjadi tanggal 9 April 2019, karena permintaan langsung dari Tim Kampanye Terbuka (TKN) Jokowi-Maruf Amin.

Untuk pengurusnya sendiri dilakukan oleh Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan TKD Solo.

Pada kampanye tersebut direncanakan akan dihadiri sebanyak 45 ribu pendukung jokowi-Maruf. (TribunWow)

Survei Puskaptis: April, Prabowo Salip Jokowi padahal Januari 01 Masih Unggul, Lihat Suara 02 Kini

Lembaga Survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menyatakan, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga menguasai perolehan suara di lima provinsi di Pulau Jawa.

Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yasid, menerangkan, lima provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, DIY, serta Jawa Timur.

DKI Jakarta, keunggulan pasangan nomor urut 02 berada di angka 57,55 persen, sedangkan Jokowi – Maaruf 41,27 persen.

Wilayah Banten, Prabowo-Sandi 56,43 persen dan Jokowi-Maaruf 38,12 persen.

Diperkuat pula di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pasangan berjargon Adil dan Makmur ini dengan perolehan 53,55 persen, sedangkan Jokowi-Maaruf 43,84 persen.

Kemudian, menang dibasis NU yakni Jawa Timur, Prabowo-Sandi unggul tipis 51,23 persen dari Jokowi – Maaruf yang mendapat suara sebesar 47,19 persen.

“Sosok Prabowo-Sandiaga ini dipandang mampu memperbaiki kondisi ekonomi saat ini serta memiliki karakter tegas dan berwibawa,” kata Husin.

Pulau Jawa merupakan pulau dengan pemilih terbesar sekitar 58,14 persen atau 107.982.593 pemilih.

Survei dilakukan pada 26 Maret – 2 April 2019, yang diklaim dilakukan secara proporsional di 34 provinsi..

Secara umum, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan respons publik sebesar 47,59 persen, sedangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf, mendapat suara 45,37 persen, belum menentukan 7,04 persen

Jumlah responden sebanyak 2.100 orang dan berusia 17 tahun atau di atasnya dan telah menikah, serta tersebar baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Survei dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling dan margin error kurang lebih 2,4 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei Bulan Januari 2019

Prabowo Subianto bicara di depan para pendukungnya saat kampanye akbar di GBK.
Prabowo Subianto bicara di depan para pendukungnya saat kampanye akbar di GBK. (Twitter @prabowo)

Sebelumnya, pada Januari 2019, Puskaptis juga merilis hasil survei elektabilitas para kandidat Pilpres 2019.

Dalam survei tersebut pasangan Jokowi-Ma’ruf masih unggul dengan perolehan 45,90 persen suara.

Sementara Prabowo-Sandi memperoleh 41,80 persen suara, dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 12,30 persen suara.

Atau dengan kata lain selisih elektabilitas keduanya tinggal 4,1 persen.

Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid mengatakan, banyak latar belakang yang membuat responden kemudian memilih Prabowo-Sandi.

“Di antaranya menginginkan perubahan dan presiden baru, sosok Prabowo-Sandi dipandang mampu memperbaiki kondisi ekonomi saat ini serta memiliki karakter tegas dan berwibawa,” katanya dalam siaran persnya, Selasa, (29/1/2019).

Sementara itu, mereka yang memilih Jokowi karena menganggap calon petahana tersebut mampu melanjutkan pembangunan, merakyat, dan berpengalaman.

“Selisih antara keduanya yang sangat tipis, sebagai petahana karena tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kebijakan ekonomi rendah,” katanya.

Dalam survei tersebut diketahui, terdapat 46,61 persen yang menginginkan Jokowi jadi presiden lagi.

Angkat tersebut menurutnya bukan angka yang aman bagi calon, apalagi untuk petahana.

Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan pidato saat kampanye terbuka di Kota Tangerang, Banten, Minggu (7/4/2019). Dalam kampanye dengan tema karnaval budaya tersebut, Jokowi meminta para pendukungnya tidak mengendurkan semangat menjelang pencoblosan pada 17 April mendatang.
Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan pidato saat kampanye terbuka di Kota Tangerang, Banten, Minggu (7/4/2019). Dalam kampanye dengan tema karnaval budaya tersebut, Jokowi meminta para pendukungnya tidak mengendurkan semangat menjelang pencoblosan pada 17 April mendatang. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

“Perbedaan tingkat elektabilitas di bawah 10 persen dapat disimpulkan belum unggul secara signifikan dari calon pasangan nomor 2, mengingat waktu masih tersisa tiga bulan kedepan.”

“Artinya masih terbuka peluang dalam meraih simpati publik dalam mengejar ketertinggalan bagi pasangan Prabowo-Sandi,” kata dia.

Survei Puskaptis dilakukan pada 8 sampai 14 Januari 2019.

Survei dilakukan secara proporsional di 34 provinsi yang punya hak pilih dalam Pilpres 17 April 2019.

Yaitu mereka yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah dan terdaftar di KPU sebagai pemilih ketika survei dilakukan.

Survei menggunakan metode random di tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan/desa, kampung/RW/RT, dengan penyebaran wilayah di 50 persen perkotaan dan 50 persen pedesaan.

Jumlah sample responden yang di ambil sebanyak 2.100.

Penentuan responden dilakukan secara random sistematis, dengan margin error + 2,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Penarikan sampel dilakukan dengan Metode multistage Random Sampling.

Sekadar diketahui, Puskaptis merupakan satu dari tiga lembaga survei yang memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa lewat perhitungan cepat Pemilu 2014, lima tahun lalu.

Selain Puskaptis, tiga lembaga survei lain yang mendapatkan hasil kemenangan bagi Prabowo-Hatta adalah Indonesia Research Center, Lembaga Survei Nasional, dan Jaringan Suara Indonesia.

Dalam hitung cepat versi Puskaptis, Prabowo-Hatta unggul dengan 52,05 persen, sedangkan Jokowi-Jusuf Kalla 47,95. (Tribunnews.com)

tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here