6 Perusak Musala di Minahasa Utara Ditangkap, Kapolda Jamin Keamanan Beribadah

390

MINAHASA UTARA – Kerja keras aparat kepolisian dalam menangani kasus pengrusakan musala di Minahasa Utara, Sulawesi Utara patut diacungi jempol.

Dalam waktu singkat, polisi telah mengamankan 6 terduga pelaku pengrusakan musala di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Rabu (29/1) malam.

Sebagian terduga pelaku diamankan di Polres Minahasa Utara dan sebagian lagi di Polda Sulawesi Utara.

“Setelah ditangkap, kita ada waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum untuk orang-orang yang ditangkap itu,” kata Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abast.

Ia menegaskan pihak kepolisian bertindak profesional dalam penanganan kasus ini. Polisi tengah melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap peran masing-masing pelaku.

Janji Kapolda Sulawesi Utara

Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Sigid Tri Hardjanto berjanji akan menjamin keamanan umat Islam di Minahasa Utara (Minut), khususnya di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung.

Hal itu dikatakan Kapolda saat menemui perwakilan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama Islam Sulut pada Kamis malam (30/1).

Didampingi Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos G Matondang, Irjen Sigid mengaku prihatin dengan adanya perusakan tempat ibadah di Perum Agape Tumaluntung.

“Dari kacamata Polri, hal tersebut merupakan tindakan pidana. Sehingga saya sudah sampaikan secara tegas jajaran Polda Sulut bantu Polres Minahasa Utara untuk membackup dan mengusut tuntas permasalahan ini,” kata Irjen Sigid, seperti dilansir Manadopost (grup Jawa Pos/Pojoksatu.id).

Kapolda meminta agar masalah penegakkan hukum dipercayakan dan diserahkan kepada Polres Minahasa Utara dan Polda Sulut.

“Kita akan melaksanakan proses penyidikan ini secara objektif. Terima kasih atas dukungan semua pihak yang hadir yang telah mendukung Polri,” ujar jenderal bintang dua ini.

Lanjutnya, hasil beberapa survei, Sulawesi Utara mendapat predikat wilayah paling toleransi.

“Karena itu menjadi kewajiban kita semua untuk menjaganya,” pintanya.

“Saya sudah minta ibu Kapolres segera laksanakan masalah regulasi dan perizinan, tataran mana yang berwenang untuk segara dituntaskan. Juga agar yang rusak diperbaiki,” tambahnya

Kapolda juga meminta semuanya agar bisa menunjukkan bahwa masyarakat Sulut toleran dan masyarakat yang suka damai dan tidak suka bermasalah.

Kapolda menekankan persoalan di Minahasa Utara harus dilokalisir dan segera diselesaikan sehingga tidak melebar ke mana-mana.

Ia berharap persoalan itu tidak diblowup menjadi besar seolah-olah ada suatu ketegangan di Minahasa Utara. Seolah-olah ada peristiwa besar di sana sehingga nanti menimbulkan munculnya berita-berita yang tidak proporsional.

Pihaknya menjamin keamanan umat muslim di Minut yang akan melaksanakan ibadah maupun salat.

“Saya pastikan dan memberikan jaminan. Saya dan Pangdam dan saudara-saudara di sini, rekan-rekan di sana bisa melaksanakan salat dengan aman,” tegasnya.

Selain itu, Kapolda juga akan bertindak tegas bagi yang merusak atau menghalang-halangi umat lain yang akan melaksanakan ibadah.

“Saya menjamin keamanan untuk rekan-rekan menjalankan ibadah dan akan menindak tegas pihak yang memprovokasi atau menghalangi orang beribadah,” janjinya.

(one/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...