5 Sinyal Kaum Oposisi Bersatu-Padu Tumbangkan Jokowi di Pilpres

1315
Prabowo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hampir pasti tidak akan bisa meneruskan kepemimpinannya di periode kedua. Syaratnya gampang: kaum oposisi mau bersatu. Dan agaknya angin ke arah persatuan itu semakin berembus kencang.

Apa yang saya sampaikan ini bukan optimisme sinting. Ada hitung-hitungannya.

Pertama, sebagai petahana elektabilitas Jokowi tak tinggi-tinggi amat. Elektabilitas Jokowi berkisar antara seputaran 40-50%. Tak stabil. Survei LSI Denny JA, misalnya, menemukan bahwa pada Juli 2018, elektabilitas Jokowi cuma 49,3%.

Parahnya, dari angka tersebut, hanya sekitar 32% yang diprediksi sebagai pendukung loyal Jokowi (strong supporters), sedangkan yang masih bisa berganti pilihan (soft supporters) mencapai 17,3%. Ini sangat jauh dari elektabilitas SBY yang mencapai di kisaran 60-an% menjelang pilpres 2009.

Kedua, rakyat berkeluh-kesah atas kinerja pemerintahan Jokowi yang buruk. Isu yang paling dikeluhkan adalah perkara ekonomi, dan masuknya tenaga kerja asing. Lalu, sikap pemerintah yang terkesan berlaku diskriminatif terhadap ulama dan kalangan Islam.

Keluh kesah ini diledakan dengan tagar #gantipresiden2019. Siapa yang menyangka? Dalam tempo sebulan, tagar #gantipresiden2019 sudah menyentuh separuh penduduk Indonesia, yakni 130-an juta orang.

Ini bukan hanya membuktikan isu ganti presiden di Pilpres 2019 adalah isu yang penting. Tetapi, rakyat sudah terlibat aktif untuk menggelontorkan isu tersebut. Nah, kalau rakyat sudah kompak bergerak, tentu ini adalah potensi terbentuknya tsunami untuk mengkandaskan langkah Jokowi di Pilpres 2019.

Baca juga  Gagal Beli Indosat Malah Jual Asset Pertamina

Ketiga, kaum oposisi sudah bersatu. Ini tergambarnya dengan turun gunungnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat ke dalam barisan oposisi. Keluwesan SBY disambut positif, dengan silaturahmi yang hangat dengan pimpinan PKS, PAN dan Partai Gerindra.

Bukti kian kuatnya koalisi oposisi juga tampak dengan hadirnya Sekjen Partai Demokrat dalam rapat sekjen PAN, PKS, dan Partai Gerindra. Ini artinya, secara resmi Partai Demokrat telah benar-benar secara kaffah diterima oleh poros opsisi Gerindra, PAN dan PKS.

Keempat, kaum oposisi semakin solid karena perkara capres-cawapresnya sudah selesai. Unsur koalisi oposisi yang berasal dari kepartaian sudah nyata-nyata mendukung Prabowo Subianto sebagai capres 2019. Unsur di luar kepartaian, baik alumni 212, maupun ormas-ormas Islam pun begitu.

Perkara yang akan jadi cawapres Prabowo pun sudah jelas: diserahkan sepenuhnya kepada Prabowo. Setiap unsur memang punya jago masing-masing: Agus Harmurti Yudhoyono (Partai Demokrat), Achmad Heryawan (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), Salim Segaf Al Jufri (Itjma Ulama), dan lain sebagainya.

Semua nama itu sudah masuk kantong Prabowo, dan hanya Prabowo seorang lah yang berhak untuk menyodorkan nama yang akan dipilihnya. Semua kekuatan oposisi sudah sepakat untuk menghargai keputusan ini.

Kelima, ada potensi kuat bahwa Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo akan merapat ke kubu oposisi. Ini tergambar dari manuver Gatot yang belakangan ini cukup pedas mengkritisis pemerintah dan sekutunya.

Ambil contoh saat Gatot mengkritik pembangunan infrastruktur yang tak tepat sasaran, isu korupsi, hingga PDIP sebagai dalang presidential threshold. Ini adalah sinyal bahwa Gatot pun sudah jenggah dengan pemerintahan Jokowi.

Lima hal ini menjadi sinyal bahwa angin persatuan sedang berhembus kencang di kalangan oposisi. Dan jika angin ini bisa dimanfaatkan dengan baik, pasti akan menjadi badai yang menjungkal Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Mungkinkah? Jangankan Basuki Tjahja Purnama di Jakarta, bahkan Megawati yang sedang menjabat presiden pun bisa tumbang di Pilpres 2004. Tidak ada target yang mustahil jika rakyat sudah berkata: tidak!

Oleh: Sahrul Ramadhan, pemerhati politik demokrasi / Politik Today

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.