298 Pendemo Anarkis Papua Tiga Hari Sembunyi di Hutan, Takut Pembalasan Korban Kerusuhan

466

JAKARTA – 298 pendemo Papua, ketakutan usai demo anarkis yang merek lakukan beberapa hari lalu. Mereka lantas memilih bersembunyi di hutan.

Kapendam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto menyebut, ratusan pendemo itu sudah sejak tiga hari terakhir bersembunyi di Numbay, Distrik Jayapura Selatan, Jayapura.

Menurut keterangan para pendemo, mereka bersembunyi dan takut pulang ke rumah masing-masing ke Abepura dan Wamena.

Lanjut Eko, mereka juga takut mendapat aksi balasan dari masyarakat yang menjadi korban pengerusakan, pembakaran dan penjarahan dalam aksi lalu.

“Mereka takut mendapatkan aksi balasan dari masyarakat yang telah mengalami kehilangan atau kerusakan aset harta benda yang berharga yang telah mereka rusak atau jarah akibat ulah yang anarkis dan brutal,” jelasnya.

Keberadaan ratusan pendemo tersebut diketahui dari informasi yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Desman Kogaya dan Komnas HAM.

“Sehingga Kodam XVII Cenderawasih melalui Asintel Kasdam Kolonel Inf JO. Sembiring membantu pemulangan mereka,” terang Eko.

Untuk mengakut mereka, pihaknya mengerahkan 15 truk dari Abepura ke Wamena.

“Selain membantu pemulangan mereka, satu orang di antaranya diserahkan ke Polres Jayapura Kota karena diduga pelaku penjarahan,” jelasnya.

Eko melanjutkan, 298 warga tersebut mengaku tertipu dengan koordinator aksi yang menggunakan isu rasisme.

“Kelompok ini merasa telah ditipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan isu rasisme,” ungkap Eko.

Karena itu, para pendemo yang berasal dari pegunungan wilayah Wamena merasa telah ditipu koordinator aksi.

“Massa pendemo sepakat tidak mau lagi ikut-ikutan aksi massa dalam bentuk apapun,” katanya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Polri bersama TNI sudah mengerahkan total enam ribu personel untuk mengamankan Papua.

Mereka disebar ke Jayapura, Manokwari, Sorong, Paniai, Deyai, Nabire hingga Fakfak. Saat ini, kondisi di Bumi Cendrawasih sudah kondusif.

“Papua sudah relatif aman. Pasukan dari Polri maupun TNI yang sudah turun ke Papua dan Papua Barat itu lebih hampir enam ribu,” kata Tito di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (1/9/2019).

Tito juga memastikan, untuk bisa meredam situasi panas di Bumi Cendrawasih, dirinya bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan berkantor di Papua selama sepekan mendatang.

“Saya sendiri dengan Bapak Panglima nanti paling tidak, mungkin empat (atau) lima hari (dalam) seminggu akan ada di situ (Papua),” ungkapnya.

Hal itu dilakukan agar bisa benar-benar bisa meredam konflik yang ada di Papua sampai dengan dianggap aman.

“Untuk mengendalikan betul-betul situasi terkendali dan melakukan langkah penegakan hukum,” lanjutnya.

Tito juga mengaku sudah memberikan perintah khusus kepada Kapolda Papua Irjen Rudolf Rodja dan Kapolda Papua Barat Brigjen Herry Rudolf Nahak.

Ia memerintahkan agar keduanya tak lagi memberikan izin kegiatan aksi massa di wilayah hukuknya masing-masing.

“Saya sudah perintahkan kepada Kapolda Papua dan Papua Barat mengeluarkan maklumat untuk melakukan larangan demonstrasi atau unjuk rasa yang potensial anarkistis,” katanya.

(jpg/ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...