24 Warganya Tewas di Papua, Pejabat Pemprov Sulsel Bilang Baik-baik Saja!

353

MAKASSAR – Meski sebagian besar warga Sulawesi Selatan menjadi korban jiwa saat kerusuhan di Wamena, Papua pecah pada Senin (23/9/2019) lalu, namun pejabat Pemprov Sulsel mengklaim semua baik-baik saja.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Kesbangpol Pemprov Sulsel, Ni’mal Lahamang. Menurutnya, kondisi warga Sulsel di Wamena baik-baik saja. Meskipun beberapa dari mereka mengungsi untuk menghindari kerusuhan.

“Tadi ada tamu dari Papua, sampaikan kondisi warga kita di sana. Semua dalam kondisi baik. Saya juga dengar ada Hercules untuk proses evakuasi warga,” kata Ni’mal, Sabtu (28/9/2019), dikutip Pojoksatu.id dari Fajar.co.id.

Sementara apa yang disampaikan Ni’mal berbeda dengan kondisi di lapangan. Tercatat ada 24 warga Sulsel yang jadi korban tewas saat kerusuhan Papua pecah.

Ribuan warga Sulsel lainnya mengungsi ke Kota Jayapura. Banyak juga yang sudah pulang kampung ke Makassar.

Sementara itu, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menyayangkan bentrok di Papua yang menyebabkan puluhan nyawa melayang.

Berbagai upaya kini dilakukan Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS untuk melindungi warganya. Wakil Ketua BPP KKSS Andi Jamaro Dulung bahkan mengeluarkan imbauan kepada Ketua BPW Papua dan BPD KKSS Wamena agar segera melakukan upaya rekonsiliasi dengan pimpinan paguyuban suku pendatang dan suku-suku asli di Wamena.

Sementara di satu sisi, katanya, pengurus pusat akan mengupayakan penyelamatan dengan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM (Kemenko Polhukam). Mereka akan mendesak kementerian pimpinan Wiranto itu untuk terlibat dalam upaya penyelamatan warga di Wamena.

“Kami meminta kepada negara untuk segera memulihkan keamanan dan memberi perlindungan kepada masyarakat, terutama masyarakat pendatang,” tegasnya dalam keterangan tertulisnya.

Ketua KKSS Papua, Mansyur menguraikan bahwa saat sebanyak 256 warga KKSS mengungsi di asrama Lanud 751 Jayapura.

KKSS telah memberikan bantuan dengan membuka dapur umum. Dapur ini menyediakan makanan bagi 2.000-an pengungsi yang mayoritas para pendatang.

“Jenazah korban tewan dari KKSS yang telah dipulangkan sebanyak 10 orang. Sedang sebagian dimakamkan di Jayapura,” urainya.

Mayoritas mereka yang meninggal karena terkena panah dan tembakan oleh kelompok kriminalitas bersenjata di Papua saat kerusuhan terjadi.

(fat/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...