1,5 Jam Mengudara, Pesawat Baru Singapore Airlines Rute LAX-Changi Kembali ke Bandara Awal

421
Singapore Airlines

Baru 1,5 jam mengudara pesawat terbaru Singapura Airline (SIA) Airbus A350-900ULR terpaksa kembali ke Bandara Los Angeles.

Pesawat Singapore Airlines SQ37 tersebut diketahui berangkat dari Bandara Los Angeles menuju Bandara Changi Singapura, Sabtu (3/11/2018).

Pesawat Singapore Airlines SQ37 membawa 141 penumpang.

Pimpinan Redaksi Grid Oto, Billy Riestianto, salah satu penumpang pesawat Singapore Airlines SQ37 itu mengatakan, pesawat Singapore Airlines SQ37 harus kembali ke bandara karena mengalami kerusakan mesin.

“Sudah terbang 1.5 jam di atas laut dan terjadi engine malfunction (kerusakan mesin) sehingga harus return to base ke Bandara Los Angeles (LAX),” ucap Billy Riestianto kepada TribunJakarta.com pada Minggu (4/11/2018).

Penelusuran TribunJakarta.com pesawat Singapore Airlines SQ37 yang terbilang masih sangat baru itu mengalami kerusakan di bagian meteran bahan bakar.

Namun 1,5 jam mengudara dengan keadaan mesin rusak, Billy Riestianto mengaku hatinya tak menentu.

“Alhamdulilah sudah mendarat di LAX walaupun 1.5 jam balik ke Los Angeles hati kami sangat enggak menentu di udara,” jelas Billy Riestianto.

Billy Riestianto menjelaskan itu adalah penerbangan pertama bagi Singapore Airlines dari Los Angeles ke Singapura setelah 14 tahun vakum.

“Kami di penerbangan pertama Singapore Airline A350 dari LAX ke Changi. Setelah vakum dari 2004. Lihat FB saya billysudiro,” terang Billy Riestianto.

Dilansir TribunJakarta.com dari laman Facebook Billy Riestianto, Pimred Grid Oto itu baru saja menghadiri pembukaan rute penerbangan baru Singapore Airlines di Los Angeles.

First to fly A350 ULR Singapore Airlines dari LAX ke Changi. Rute yang sejak 2013 dihentikan malam ini dibuka lagi….

Posted by Billy Sudiro on Friday, November 2, 2018

First to fly A350 ULR Singapore Airlines dari LAX ke Changi. Rute yang sejak 2004 dihentikan malam ini dibuka lagi. Salah satunya karena Airbus memenuhi orderan SQ terhadap pesawat yang bisa terbang jauh dan irit,” tulis Billy Riestianto.

Sementara itu, dilansir Tribun Bali dari Tribun Jabar, pesawat Singapore Airlines dikabarkan melakukan return to base (RTB) atau kembali ke bandara awal.

Keputusan tersebut diambil setelah terjadi permasalahan teknik saat menuju Bandara Changi Singapura.

Menurut Billy Riestianto, selama 1,5 jam saat return to base membuat ia dengan para penumpang lainnya tak menentu.

Ia juga teringat kecelakaan pesawat yang terjadi di tanah air baru-baru ini.

Ditambahkannya, pesawat akhirnya berhasil mendarat mulus di Bandara Los Angeles dan segera dilakukan perbaikan.

Menurutnya, penumpang sempat menunggu selama kurang lebih tiga jam, lalu pesawat sudah diperbolehkan kembali terbang ke Singapura.

Saat ini penumpang telah tiba di Singapura dengan aman.

Singapore Airlines (SIA) diketahui menerima pengiriman pesawat Airbus A350-900ULR (ultra-long-range) pertama di dunia dari Airbus, Senin (24/9/2018).

Ini merupakan armada pertama dari tujuh pesanan pesawat Airbus A350-900ULR oleh Singapore Airlines.

Pesawat ini mulai beroperasi mulai 11 Oktober 2018 dengan penerbangan komersial terpanjang dari Singapura ke Bandara Internasional Liberty Newark.

“Hal ini merupakan kebanggaan bagi Singapore Airlines dan Airbus, menghadirkan pesawat yang sangat canggih untuk meningkatkan penerbangan jarak jauh menuju jarak yang lebih jauh lagi,” kata CEO Singapore Airlines, Mr Goh Choon Phong dalam keterangan tertulis.

Sementara CEO Airbus, Tom Ender menambahkan bahwa pesawat A350 diperkenalkan untuk memenuhi permintaan terhadap layanan jarak jauh yang baru.

“Kombinasi dari suasana kabin A350 yang tenang dan luas, serta produk dalam pesawat SIA yang telah diakui di dunia akan menjamin kenyamanan para pelanggan pada tingkat yang tertinggi, dalam rute terpanjang di dunia,” kata Tom.

Singapore Airlines merupakan pembeli pertama pesawat A350-900ULR.

Pesawat ini mampu untuk terbang hingga 9.700 mil laut (nm) atau lebih dari 20 jam nonstop.

Sementara itu, penerbangan menuju New York akan menempuh jarak kurang lebih sejauh 9.000 nm (16.700km), dengan waktu tempuh perjalanan hingga 18 jam 45 menit.

Pesawat ini dikonfigurasikan ke dalam dua kelas, yaitu 67 kursi Business Class dan 94 kursi Premium Economy Class.

Singapore Airlines, pertama kalinya akan menggunakan pesawat A350-900ULR untuk layanan rute Singapura-Newark.

Kemudian armada pesawat A350-900ULR lainnya untuk layanan Singapura-Los Angeles yang akan dimulai pada 2 November 2018.

Diakhir tahun 2018, Singapore Airlines akan menghubungkan Singapura dengan AS melalui 27 penerbangan mingguan nonstop.(*)

tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here